Ranting yang Patah
Sebatang ranting yang patah terkulai di antara rerumputan.
Lemah. Kering. Kecil. Seolah tanpa daya.
Mengingatkanku akan kehidupan itu sendiri.
Begitu rapuh. Fragile.
Dan begitu sementara saja.
Di masa lalu pastilah ranting itu pernah kuat.
Pernah pula dia bertumbuh dari masa kecilnya menjadi
remaja, lalu menua.
Ya, seperti kita. Manusia.
Ya, seperti kita. Manusia.
Sementara itu rapuhnya ranting itu juga mengingatkanku
akan perasaanku sendiri.
Bahagia yang seolah membuncah. Rasa yang membara di dada.
Sebentar saja bisa sirna. Begitu mudahnya.
Kesedihan yang menggantikannya pun sama.
Tak abadi. Walaupun mungkin begitu sulit dilalui.
Seolah secercah harapan yang dipegang detik ini, bisa
berlalu begitu saja.
Ya, dalam hitungan detik.
Itu pun tak akan berlangsung selamanya.
***
Ranting yang patah itu tertiup angin.
Masih tergolek lemah. Tanpa daya.
Seperti kita di suatu ketika.
Yang pernah merasakan hati yang hancur berkeping-keping.
Terkadang bukan lagi berbentuk kepingan.
Irisan? Atau serpihan hati?
Hmmm, aku
pernah merasakannya.
Dan itu memang menyakitkan…
Ranting yang patah itu pernah punya dahan yang kuat.
Dia pernah jadi bagian suatu pohon yang begitu kuatnya.
Beruntung kita, memiliki Tuhan yang terus jadi pohon
kekuatan dan pegangan kita…
Dan itu takkan berhenti di satu titik saja.
Dia ada untuk selama-lamanya bagi kita…
#rasa syukur meraja di dada, sambil terus menyadari bahwa
begitu lemahnya kita Si Ranting-Ranting Kecil kehidupan ini…
Kupandangi ranting kecil itu. Lagi.
Kali ini rasa syukur mengalir hangat di hati.
Terima kasih, Tuhan.
Engkaulah pokok Anggur dan kami ranting-ranting-Mu…
Engkaulah pokok Anggur dan kami ranting-ranting-Mu…
Jika kami tinggal di dalam-Mu dan Engkau di dalam kami…
Kami akan berbuah…
Terus bersama-Nya.
Terus berbuah di dalam Dia.
Dan terus berbagi kepada sesama kita….
Permenungan ranting yang patah sampai di sini.
Karena di dalam Tuhan, kita bukan lagi menjadi ranting
yang patah.
Melainkan terus berbuah. Bersama-Nya.
Tinggallah
di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat
berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur,
demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah
ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia
berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
---
Yohanes 15:4-5
08.04.2013
fon@sg
*
inspirasi dari ranting-ranting yang patah yang kujumpai sepanjang perjalanan
mengantar-jemput anak kami. Thank God for
this inspiration!
No comments:
Post a Comment