Ini bukan pelajaran Grammar (Tata Bahasa) dalam Bahasa Inggris, lho:)
Sekali lagi, bukannn:)
Sebagai seorang melo alias melankolis, saya sungguh tahu betapa saya suka bermain di masa lalu. Masa lalu yang indah dan menyenangkan. Yang terkadang begitu sulit untuk dilupakan...
Saya sadar itu bukanlah hal yang patut dibanggakan. Dan saya belajar untuk melangkah, keluar dari lingkaran amarah, luka dan dendam. Yang tentunya jika saya lakukan sendiri amatlah sulit terjadi (bisa jadi merupakan hal yang mustahil), tetapi hari ini saya kembali diingatkan bahwa bersama Tuhan, itu semua pasti dimampukan oleh-Nya asal saya pun menyerahkan semuanya kepada Dia.
Gemilang ataupun suramnya masa lalu kita tetaplah mempunyai sisi baik. Homili Fr. Richards hari ini membuat saya tersadarkan bahwa masa lalu jangan melulu dipandang dalam bentuk 'luka' melainkan harus tetap dipandang dalam kerangka syukur. Sebagai umat beriman kita percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan dan itu berarti termasuk di dalamnya masa lalu yang mungkin bagi kita penuh kepahitan. Bukan berarti masa lalu itu tiada gunanya, melainkan segalanya pasti terjadi untuk sesuatu tujuan. Dan tujuan itu adalah baik di dalam pandangan-Nya.
Dengan demikian, saya menjalani hari ini dengan penuh sukacita.
Dan mengenai masa depan kita?
I surrender my past, present and future into Your hands, O Lord.
Amen.
9 Desember 2012
still@sg