Showing posts with label iman. Show all posts
Showing posts with label iman. Show all posts

Monday, March 2, 2015

Iman Seorang Anak Kecil...

Iman Seorang Anak Kecil

Seorang anak kecil menderita sakit yang parah.
Ibunya sangat sedih, ingin menggantikan posisinya.
Ayahnya sangat terpukul, namun berusaha keras memenuhi kebutuhan finansial yang sangat besar untuk biaya pengobatan Si Anak.
Kakak dan adiknya sedih dan kesepian, karena kehilangan seorang teman bermain.

Seorang anak kecil menderita sakit parah.
Yang sampai sekarang belum diketemukan obatnya...
Namun yang aneh tapi nyata, dia sungguh berharap dan beriman pada Yang Kuasa...
Imannya membuat orang-orang di sekitarnya terhibur...
Walaupun air mata tak henti turun dari yang mendengarnya...
" Tak apa, Ma... Yesus ada dan Dia selalu memegang tanganku... Dia takkan meninggalkanku sendirian..."
" Papa jangan kuatir ya, Pa... Yesus sudah sediakan segala sesuatunya bagi kita, Pa..."

Hati siapa yang takkan tersentuh?
Sekeras apa pun hati seseorang, bila dihadapkan pada kenyataan semacam ini, pastinya takkan ada yang bisa menghindari air mata yang jatuh....
Dia hanya seorang bocah lelaki berusia enam tahun.
Yang seharusnya menikmati masa-masa yang bahagia...
Yang semestinya sedang tertawa-tawa bermain dan bercanda bersama teman-temannya...
Bukan terbaring dengan selang infus yang panjang.
Dengan jarum suntik yang sudah jadi makanan sehari-harinya...
Juga obat-obatan yang begitu banyaknya...

Seorang anak kecil berpulang.
Untuk selamanya.
Meninggalkan jutaan kenangan bagi keluarga tercinta...
Meninggalkan keharuan dan kesedihan...
Juga KETEGARAN...
Keberanian untuk menghadapi keadaan...

Tak pernah tahu, hidup ini akan membawa kita ke arah mana...
Tak pernah pasti, apa yang akan kita jalani hari lepas hari...
Sedetik saja, segala sesuatu bisa berubah...
Namun bersama Yesus, kita hadapi semuanya dengan iman.
Dengan ketabahan...

Kita terkadang terlalu terpaku dengan 'happy ending' yang sering kita lihat di Drama Korea ataupun film-film Hollywood...
Namun, film kehidupan kita berbeda dengan film-film buatan manusia...
Karena film kita disutradarai oleh-Nya...
Semoga kita tetap memiliki iman seperti seorang anak kecil yang tak henti berharap kepada Yesus, meskipun menghadapi kesulitan.
Ya, semoga.

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar  dalam Kerajaan Sorga?" 18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat  dan menjadi seperti anak kecil ini,  kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.  18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. "
(Matius 18:1-5)

3 Maret 2015
fon@sg
*menari-narikan jemariku di atas keyboard laptop. All for His Glory. Lenten Season 2015.
*based on true story yang pernah kudengar terjadi di sekitar kita. Tuhan kuatkan anak-anak yang sakit keras, juga keluarganya dalam menghadapi keadaan yang sulit ini... Semoga mereka tetap merasakan kasih-Mu, juga menyadari bahwa Engkau takkan pernah meninggalkan mereka.

Tuesday, August 26, 2014

Sempurna di Mata-Mu


Jika hidup ini sempurna bagiku…
Selalu kudapat apa yang kumau…
Selalu sukses dan bahagia…
Tak pernah ada duka apalagi tetes air mata…
Tentunya aku ‘seolah’ menjadi Ratu (baca:penguasa utama) atas duniaku…
Segala yang kumau bisa kuraih dengan mudah
Tanpa perlu ada usaha yang berarti…

Namun, nyatanya…
Banyak kali rencanaku gagal…
Sering kali aku harus menangis dalam duka yang mendalam…
Ketika hidup tak berjalan seperti yang kuharapkan…
Ketika harus ditinggal orang-orang terkasih yang dekat di hati…
Kata SEMPURNA, seolah begitu jauh dariku…
Apakah kemudian hidup ini masih memberi arti?
Begitu tanya hatiku…

Setelah berjalan sekian lama…
Memasuki proses kedewasaan diri…
Aku kembali memberanikan diri berkata…
Ya, Tuhan…
Tidaklah mengapa jika hidup ini tak sempurna bagiku…
Karena memang, itu tidaklah mungkin..
Namun, biarlah hidup ini sempurna di mata-Mu…
Karena …
Engkaulah Sang Maha Tahu apa yang terbaik bagiku…
Engkaulah Yang Empunya Rencana paling hebat …
Dari awal sampai akhir hidupku…

Menghadapi kegagalan dengan senyuman…
Bukan karena kuatku…
Sekali lagi BUKAN…
Itu semua hanya karena kasih-Mu yang memampukan aku…
Untuk jalani hidupku…
Agar nantinya semua itu sempurna di mata-Mu.

27.08.2014
fon@sg

·         Sebab Tuhanlah Sang Maha Sempurna. Sekarang dan selamanya.

Friday, May 2, 2014

On and Off

Saya ingin selalu dekat pada-Nya...
Dalam suka dan duka...
Dalam nada-nada ceria maupun suram lagu kehidupan yang tengah saya jalani...

Namun, keinginan itu terbentur kenyataan...
yang terkadang mengecewakan...
Saat kegagalan atau kesulitan hidup menghantam begitu luar biasanya...
Saya lupa bahwa saya punya Allah yang jauh lebih luar biasa...
Saya pernah kecewa...
bahkan marah kepada-Nya...
Lalu, dengan beraninya mempertanyakan ke-MahaKuasa-an diri-Nya...
sungguh berani, dan sungguh terlalu diri saya ini...
Kekecewaan membawa saya bukannya introspeksi diri saya sendiri dengan baik...
atau bertanggung jawab atas segala pilihan yang telah saya buat...
Namun, dengan seenaknya, saya melempar tanggung jawab itu kepada Tuhan...

Betapa ingin saya selalu 'on'...
berada pada puncak relasi yang begitu mendalam dan hangat dengan Tuhan...
Namun, saya sadar, saya sering banyak 'off' nya...
Berdoa juga tak selalu konstan...
Kalau lagi senang dan tak banyak masalah, terkadang lupa ...
atau kesibukan menjadi dalih kurangnya komunikasi dengan-Nya...
"Ah, saya 'kan capek, Tuhan... besok aja, ya..."
Dan besok akan menjadi besok lusa, dua hari lagi, minggu depan, dan seterusnya...
Rasanya, cukup sering saya menunda...

Penginnya sih konstan...
Dalam berelasi dengan Tuhan, maunya sih terus percaya, terus bersyukur, terus melakukan yang terbaik bagi-Nya...
Terus menjadi lebih baik, terus dan terus dan terus....
Semua yang positif, semua yang manis, semua yang harum, semua yang baik...
Iman yang semakin kuat, pengharapan yang semakin besar kepada Tuhan...
Penginnya sih begitu...
Namun, harus diakui, pada kenyataannya?
Manusia begitu sulit untuk tetap dan selalu itu tadi...
Sadarkah kita bahwa kita begitu labil dan begitu menggampangkan semuanya, termasuk hidup doa dan relasi kita dengan-Nya...?

So, hari ini...
Mari memperbaharui lagi...
Sebuah janji...
Dari hati...
semoga kita semakin hari semakin mendekat kepada-Nya...
Sehingga, jika sampai suatu saat kita tengah 'off', itu tidak berlangsung lama...
Karena diingatkan kembali, bahwa Tuhanlah sumber segala...
kasih, pengampunan, dan karunia...

02.05.2014
fon@sg



Monday, November 18, 2013

Jadikanlah Dirimu Teladan

Jadikanlah Dirimu Teladan

Laki-laki yang tua  hendaklah hidup sederhana , terhormat, bijaksana, sehat dalam iman,  dalam kasih dan dalam ketekunan. 2:3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah,  jangan menjadi hamba anggur ,  tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik 2:4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda  mengasihi suami dan anak-anaknya , 2:5 hidup bijaksana  dan suci, rajin mengatur rumah tangganya,  baik hati dan taat kepada suaminya,  agar Firman Allah  jangan dihujat orang. 2:6 Demikian juga orang-orang muda;  nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri  dalam segala hal 2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan  dalam berbuat baik.
--- Titus 2:2-7

Apa reaksi kita saat membaca ayat-ayat dari Titus di atas?
Hmmm, mungkin bervariasi.
Mungkin merasa, aduh, berat banget ini ayat-ayat, gimana gue bisa ngejalanin semuanya itu? Koq kedengarannya so perfect sekaleee. Mana gue sanggup?

Coba kita lihat sekali lagi.
Buat lelaki tua, hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.
Perempuan tua, jangan memfitnah, harus hidup sebagai orang yang beribadah, dan harus cakap mengajarkan hal-hal yang baik.
Mendidik perempuan muda mengasihi suami dan anak-anak mereka, hidup bijaksana dan suci, dan seterusnya….

Sungguh berbeda dengan gambaran dunia.
Memfitnah, bergunjing, bergosip, sudah jadi makanan sehari-hari.
Apa mungkin menjaga mulut sekaligus hati, supaya tidak terlalu menjadi-jadi?
Agaknya merupakan hal yang butuh perjuangan untuk melakukannya.

Dan untuk orang muda, nasihatilah mereka supaya menguasai diri dalam segala hal.
Jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.
Ini lebih berat lagi.
Oh my Godddd, disuruh menguasai diri, dalam segala hal pula.
Apa mungkin?
Godaan zaman sekarang ‘kan begitu besar, Tuhan.
Mana sanggup???

Mungkin itu perkataan kita.
Mungkin itu yang ada di pikiran kita.
Salahkanlah teknologi.
Salahkanlah sosial media.
Yang konon membuat orang semakin gampang berselingkuh, semakin mudah berselancar internet untuk mencari situs yang berbau pornografi dan hal-hal negatif lainnya.
Namun, jika kita mau telusuri lebih dalam lagi: apa memang itu semua yang salah? Atau lebih ke kita yang tidak pandai memilih atau memilah?

Apakah kita yang memilih untuk selingkuh?
Sementara pasangan dan anak di rumah yang kena akibatnya?
Apakah internet hanya bisa dipakai untuk ‘browsing’ hal-hal buruk?
Apa tidak bisa untuk hal-hal baik?
Siapa atau apa yang salah?
Apa kita menyalahkan sesuatu atau seseorang untuk kemudian berusaha lari dari tanggung jawab untuk mengakui bahwa saya yang salah?
Saya yang salah karena tidak memanfaatkan segala fasilitas itu untuk kebaikan.
Sosial media bisa jadi ajang pertemanan yang positif, jadi ajang penyebaran hal-hal yang bernilai seperti kebaikan dan ketaatan akan Tuhan.
Jika kita memilih melakukan hal-hal yang buruk dengan itu semua, siapa yang salah?

No matter what, Alkitab dengan tegas mengajak kita untuk menjadi teladan.
Di tiap usia yang tengah kita jalani, di tiap karya yang Tuhan percayakan kepada kita.
Di tiap tindakan di hidup kita agar firman-Nya jangan dihujat orang gara-gara perbuatan kita.
Agar kita tidak menjadi batu sandungan…
Dan tetap menjadi teladan dalam hidup ini…

Jangan bilang tidak sanggup…
Kalau dipikir-pikir, mungkin tidak ada yang sanggup atau layak…
Tetapi, jangan terlalu dipikirin :)
Jalani saja. Do our best.
Percayakan kepada Tuhan selanjutnya…
Mohon pengendalian diri yang kuat, Tuhan, atas kelemahan dan kedagingan kita ini…
Biar Roh Kudus yang memimpin kami kepada buah-buah yang indah.
Kasih,  sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri
(berdasarkan Galatia 5:22-23)
Amin.

19.11.2013

fon@sg

Sunday, June 30, 2013

Mendengar Suara-Mu


 
Di hadirat-Mu, kubersujud

menikmati kehadiran-Mu

Kubuka hati saat ini 'tuk mendengar suara-Mu



Reff:

Firman-Mu Tuhan ya sungguh benar

menerangi jalanku

Firman-Mu Tuhan membentuk hidupku

Kubersyukur pada-Mu
(lirik lagu: Mendengar Suara-Mu)
 
Lagu itu bergema merdu di ruangan auditorium Blessed Sacrament Church hari ini. Saat kuhadiri misa minggu sore. Misa berbahasa Indonesia.
Sungguh membangkitkan kenangan lama akan lagu-lagu rohani semacam ini. 
Suddenly, a sentimental feeling fills my heart…
 
Sepertinya air mata sudah ingin turun, tetapi entah mengapa mengurungkan niatnya.
Keharuan sungguh menyelimuti hatiku.
Begitu rinduku, Tuhan, akan saat-saat itu…
Bersekutu, memuji dan memuliakan nama-Mu…
Begitu indah, begitu hening, begitu mulia-Nya Engkau..
Kurasakan pula begitu dekatnya Engkau di hati…
 
Setelah sekian lama aku tak lagi memiliki waktu untuk ikut aktif di kegiatan-kegiatan rohani…
Agaknya, ‘siraman kesejukan’ yang kurasakan sore ini sungguh patut kusyukuri.
Doa-doa harianku pun terkadang tidak selalu fokus, karena terbentur kegiatan mengurus anak plus kurang tidur yang sudah kualami setahun belakangan ini… Walaupun itu bukanlah alasan, namun kurasakan sedikit-banyak keadaan yang tak lagi sama seperti dulu dalam berelasi dengan-Nya. 
Satu hal yang kupegang, aku terus berusaha menyertakan Dia dalam segala kegiatan harianku. Segala yang kurasakan, segala pergumulan, segala kesukaan, segala keceriaan, kuingin berbagi hanya dengan-Mu, Yesusku…
 
Berbagai peristiwa, kelelahan, dan keraguan pun menerpa…
Hal-hal penting yang tengah kami tunggu saat ini…
Seputar pendaftaran sekolah SD anak kami yang akan datang sebentar lagi, sementara kepastian akan izin tinggal tetap kami di sini belumlah keluar…
Dan beberapa rencana penting terpaksa harus tertunda…
Kalau dulu pastilah aku sudah begitu kacau…
Sekarang? Walaupun secara manusiawi aku pun merasa lelah menunggu segala kepastian dari-Mu, Tuhan… Tetapi, tak kurang keyakinanku akan rancangan-Mu dalam hidupku…
Sebagian dari hatiku terus berbisik bahwa Engkau tahu yang terbaik bagi kami. Engkau pasti datang tepat waktu. Engkau pasti memiliki ‘ending’ bagi beberapa masalah yang tengah kami tunggu. Jauh lebih indah dari ‘ending’ yang kami kira akan terjadi…
Kuserahkan ini semua ke dalam tangan-Mu…
Dan biarkan saat ini, aku hanya ingin …
Bersujud pada-Mu…
Menikmati kehadiran-Mu…
Dan…
Mendengar suara-Mu…
Biarlah aku membuka seluruh hati dan keberadaan diri-Ku…
Untuk-Mu…
 
30 Juni 2013
fon@sg

Friday, December 24, 2010

Dekil



*** self-talk within me

“ Dekil, kamu…”

“ Emang… Aku gak pernah menganggap diriku putih tanpa noda, koq… Jadi, kuakui memang aku ‘dekil’ . Bukan berarti aku jarang mandi, lho… Tapi memang aku tak cukup bersih, masih diliputi dosa dan kesalahan… “

“ Jangan sok bersih, kamu…”

“ Oh, aku tidak pernah merasa diriku sok bersih. Malulah sama tetangga. Dan apa kata dunia? Haha… Aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah tetapi terus berusaha untuk hidup lebih baik hari lepas harinya…”

“ Sekali dekil, tetap dekil. Merdeka!”

“ Wuih, aku tidak setuju sama yang satu itu… Kuakui memang kedekilan itu tidak bisa hilang 100%, tetapi dengan usaha yang lebih baik dan berjuang lebih keras, tentunya kedekilan itu bisa berkurang kadarnya. Besok-besok berkurang dekilnya lah yaw…”

“ So, apa kabar, Kil (baca: Dekil)? How’s your day lately?”

“ Oh, aku baik-baik saja. Trying my best to cope with whatever I encounter in my daily life…Dan dengan hadir-Nya di hidupku, setidaknya aku bisa meminimalisasi kedekilan itu…Karena sudah hadir, detergen terampuh untuk mencuci semua kedekilanku yaitu kasih-Nya. Kuakui ku tak sempurna, banyak salah, masih pernah iri-dengki-cemburu-dendam… Tetapi, dengan kasih-Nya, kuyakin aku bisa melampaui itu semua. Bukan karena kekuatanku, tetapi karena dukungan-Nya yang tak henti pada diri mereka yang terus berjuang untuk mencerminkan hidup yang bercirikan karakter yang lebih baik lagi…”

“ Jadi! Usahlah kauganggu diriku dengan hinaan bernada dekil begitu…. Biarkan aku maju, bergerak menjadi seputih salju dengan bimbingan-Nya yang menuntun tanganku…Gih, minggirrrr…. Permisiiiii, aku mau lewatttt…”

Demikianlah percakapan yang terjadi di dalam hati menjelang Natal ini. Biarlah kupercayakan sekali lagi, aku yang ‘dekil’ dan tak sempurna ini, punya kesempatan untuk jadi putih berseri… Dalam iman kupercaya bahwa Tuhan akan mampu ubahkan diriku asalkan adanya niatan yang kuat di hatiku.

Selamat Natal buat semua yang merayakan. Bersyukur untuk hadirnya Yesus di hidup para pengikut-Nya dan semoga kita tidak menyia-nyiakan semua kebaikan-Nya di hidup kita…

Ho Chi Minh City, 24 Desember 2010

-fon-

* copas, forward, share? Mohon sertakan sumbernya

sumber gambar:

zastavki.com