Friday, December 24, 2010

Dekil



*** self-talk within me

“ Dekil, kamu…”

“ Emang… Aku gak pernah menganggap diriku putih tanpa noda, koq… Jadi, kuakui memang aku ‘dekil’ . Bukan berarti aku jarang mandi, lho… Tapi memang aku tak cukup bersih, masih diliputi dosa dan kesalahan… “

“ Jangan sok bersih, kamu…”

“ Oh, aku tidak pernah merasa diriku sok bersih. Malulah sama tetangga. Dan apa kata dunia? Haha… Aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah tetapi terus berusaha untuk hidup lebih baik hari lepas harinya…”

“ Sekali dekil, tetap dekil. Merdeka!”

“ Wuih, aku tidak setuju sama yang satu itu… Kuakui memang kedekilan itu tidak bisa hilang 100%, tetapi dengan usaha yang lebih baik dan berjuang lebih keras, tentunya kedekilan itu bisa berkurang kadarnya. Besok-besok berkurang dekilnya lah yaw…”

“ So, apa kabar, Kil (baca: Dekil)? How’s your day lately?”

“ Oh, aku baik-baik saja. Trying my best to cope with whatever I encounter in my daily life…Dan dengan hadir-Nya di hidupku, setidaknya aku bisa meminimalisasi kedekilan itu…Karena sudah hadir, detergen terampuh untuk mencuci semua kedekilanku yaitu kasih-Nya. Kuakui ku tak sempurna, banyak salah, masih pernah iri-dengki-cemburu-dendam… Tetapi, dengan kasih-Nya, kuyakin aku bisa melampaui itu semua. Bukan karena kekuatanku, tetapi karena dukungan-Nya yang tak henti pada diri mereka yang terus berjuang untuk mencerminkan hidup yang bercirikan karakter yang lebih baik lagi…”

“ Jadi! Usahlah kauganggu diriku dengan hinaan bernada dekil begitu…. Biarkan aku maju, bergerak menjadi seputih salju dengan bimbingan-Nya yang menuntun tanganku…Gih, minggirrrr…. Permisiiiii, aku mau lewatttt…”

Demikianlah percakapan yang terjadi di dalam hati menjelang Natal ini. Biarlah kupercayakan sekali lagi, aku yang ‘dekil’ dan tak sempurna ini, punya kesempatan untuk jadi putih berseri… Dalam iman kupercaya bahwa Tuhan akan mampu ubahkan diriku asalkan adanya niatan yang kuat di hatiku.

Selamat Natal buat semua yang merayakan. Bersyukur untuk hadirnya Yesus di hidup para pengikut-Nya dan semoga kita tidak menyia-nyiakan semua kebaikan-Nya di hidup kita…

Ho Chi Minh City, 24 Desember 2010

-fon-

* copas, forward, share? Mohon sertakan sumbernya

sumber gambar:

zastavki.com

Friday, December 17, 2010

ReSiPI- Lord, Don’t Move the Mountain



Oh Lord You Don't Have To Move The Mountain
But Give Me The Strength To Climb
And Lord, Don't Take Away My Stumbling Blocks
But Lead Me All Around

(Lord, Don’t Move the Mountain – one of the Soundtrack from The Pursuit of Happyness)

Ketika gunung permasalahan berada di hadapan. Apa doa kita? Apa kita memohon agar gunung itu dipindahkan, bahkan dihilangkan begitu saja dari kehidupan kita? Ah, ‘kan Tuhan Mahakuasa… Pastinya gunung permasalahanku kecil saja di tangan-Nya. Sentil sedikit, hilang sudah. Mengapa tidak Kaubantu aku untuk melenyapkannya seketika? Mungkin itu pinta kita…

Tetapi, lagu dari film Will Smith yang berisi ketegaran seorang pria dalam menapaki kehidupan yang tidak mudah sampai dia berhasil – The Pursuit of Happyness- itu mengajarkan saya untuk terus memohon kepada Tuhan dengan cara yang berbeda.

“ Tuhan, Kau tak perlu memindahkan gunung permasalahanku, tetapi berikanlah aku kekuatan untuk mendakinya.”

Permasalahan takkan berhenti. Persoalan akan datang silih berganti. Tetapi kita percaya bahwa dengan mengandalkan Tuhan, kita akan dimampukan untuk mendaki segala gunung permasalahan yang ada untuk kemudian menjadi kuat di dalam hidup ini. Bukan melulu dengan kuat kita, karena kita tak selalu sanggup untuk jalan sendirian… Namun, dengan bimbingan-Nya. Semoga kita senantiasa mau berdoa dan terus berusaha sambil mengharapkan-Nya di saat semua permasalahan melanda… Sehingga kita bisa berseru: Tuhan, beri aku kekuatan untuk melewati semua permasalahan ini bersama-Mu. Amin.

Ho Chi Minh City, 17 Desember 2010

-fon-

* ReSiPI: rubrik yang asalnya adalah Renungan Singkat Penyegar Iman. Singkat-padat-membawa penyegaran bagi setiap insan yang rindu akan DIA. ReSiPI juga bisa merupakan kata yang mirip dengan RECIPE (dalam Bahasa Inggris, berarti: RESEP) yang moga-moga bisa menjadi RESEP kita agar bisa dengan tenang melangkah dalam hidup bersama-Nya apa pun yang terjadi:) Amin.

sumber gambar:

ourayvacations.com

Monday, December 6, 2010

Kau Memang Layak Dikagumi!


* featuring: Franky Sihombing via lagunya dan imajinasiku..

Franky:

Belum pernah ada
Kasih di dunia
Sanggup menerima diriku apa adanya
Selain kasih-Mu, Yesus

Fon:

Bener banget, tuh Kak Franky…

Aku juga sudah merasakan hal yang sama. Begitu kasihnya Allah pada diriku, juga diri kita semua, jika saja kita menyadarinya. Pernah di satu masa, aku merasa seolah aku bukanlah orang yang layak dikasihi atau mendapatkan cinta sejati. Terkadang sikap mengasihani diri juga timbul, karena aku belum tahu akan figur yang penuh kasih itu. Saat momen indah itu tiba, kuterima Yesus dan merasakan kasih-Nya yang luar biasa… Aku merasa amat bahagia, sukacita… Tak pernah kurasakan sebelumnya. Walaupun hari-hari sesudahnya mungkin rasa berbunga-bunga itu sudah berganti menjadi rasa tenang dan damai, aku tetap mengingatnya sebagai perubahan drastis dalam hidupku. Saat aku mengenal-Nya secara pribadi, saat Dia masuk ke dalam hidupku pertama kalinya. Terima kasih, Yesus:)


Franky:
Tak
kan ada lagi
Kasih seperti ini
Sanggup mengubahkan hidupku
Menjadi baru
Selain kasih-Mu, Yesus

Fon:

Memikirkan dan merasakan kasih-Mu yang nyata dalam hidupku, Yesus… Membuatku merasa harus terus mengucap syukur dan berterima kasih yang tak kunjung putusnya. Aku berterima kasih atas hadir-Mu, kemampuan-Mu mengisi kekosongan di dalam hatiku. Yang aku tahu, takkan pernah mampu diisi atau digantikan oleh siapa pun atau apa pun. Aku bisa mencobanya dengan mencari dari berbagai sumber di dunia ini… Sumber cinta dan kepenuhan yang kukira bisa menggantikan kasih-Mu… Tetapi aku tahu, pada akhirnya kesemuanya itu akan tetap menempatkanku pada kehampaan. Mungkin kebahagiaan semu yang sementara, tetapi sekejap berlalu dan kosong itu kembali memonopoli hatiku. Kusadari bahwa hanya kasih-Mu yang sanggup menjadikanku baru di setiap harinya. Dan kasih itu pulalah yang memampukan aku mengasihi sesama. Mengasihi keluarga, teman, dan orang-orang yang kujumpai dalam perjalanan hidupku dengan lebih baik lagi. Karena aku mendapatkan kekuatan baru untuk mengasihi dari-Mu yang penuh cinta. Terima kasih, Yesus:)



Franky:

Kau...
Ku kagumi dalam hati
KasihMu tiada duanya
Sampai kini, ku akui
Kasih-Mu tiada duanya.

Fon:

Dannnn pada akhirnya….

Apa lagi yang harus kukatakan?

Selain: aku memang mengasihi dan mengagumi Engkau, Yesus. Karena Kau memang layak dikagumi. Pribadi-Mu yang penuh kasih, penerimaan-Mu yang luar biasa atasku-atas kami semua anak-anak-Mu…. Kebaikan-Mu untuk mau mati di kayu salib bagi kami semua…

Ah, aku kehabisan kata-kata, Yesus!

Kau kukagumi dalam hati, seperti kata Bung Franky…

Bukan hanya dalam hatiku semata, kuharap kekaguman itu membawaku melangkah lebih tinggi dalam kehidupan ini…

Dengan menunjukkan kebanggaan itu pada sesama dan menapaki hari-hari penuh cinta bersama-Mu…

Hanya bersama-Mu…

Setia pada-Mu,

berusaha terus dekat dengan-Mu,

bergiat menjalankan perintah-Mu…

Sebagai bukti kekagumanku dan luapan rasa terima kasihku!

Thank You, Jesus!:)

Ho Chi Minh City, 6 December 2010

-fon-

*Special thanks to Franky Sihombing’s Song: Kasih-Mu Tiada Duanya. Dan duetnya dengan tulisanku di malam ini. The biggest thanks should go to Jesus for your everlasting kindness and goodness in my life..

* copas, forward, share? Mohon sertakan sumbernya. Trims.

Wednesday, December 1, 2010

ReSiPI (Renungan Singkat Penyegar Iman)-Tuan dan Hamba


Bos-anak buah, atasan-bawahan, majikan-pembantu/sopir/buruh, adalah relasi yang selalu ada di dalam kehidupan ini. Terkadang kita tengah berada di posisi baik dan berada di puncak prestasi. Tengah dipercayakan-Nya kendali perusahaan, diberikan-Nya kelimpahan, dan tengah menerima berjuta kesenangan dalam jabatan. Semoga kita tetap ingat untuk berlaku jujur kepada hamba-hamba (orang yang di bawah kuasa kita), karena kita pun punya Tuan dari segala Tuan yang ada di surga yang terus mengetahui tingkah laku kita sepandai apa pun kita menutupinya. Allah tak pernah tertidur.

Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.

--- Kolose 4:1

Sedangkan bila kita tengah berada di posisi tengah, punya atasan dan punya bawahan, tentunya kita pun tahu bagaimana harus bersikap. Menempatkan diri sebaik yang kita bisa, tanpa perlu bersombong diri agaknya menjadi pilihan yang tepat. Dan ketika diberikan suatu tugas, hendaknya kita lakukan dengan baik. Tulus, bukan hanya di depan mereka saja seperti yang kita kenal dengan gejala ABS ( Asal Bapak Senang)… Melainkan berusaha dengan keras untuk tetap konsisten melakukan yang terbaik, walaupun bos tidak sedang di tempat.

Begitu pula saat kita tengah berada di posisi terbawah, menjadi ‘hamba’ misalnya. Tak perlu berkecil hati, tetaplah setia pada perkara kecil karena dengan demikian bila waktu-Nya tiba, Dia akan percayakan perkara-perkara yang lebih besar. Tetaplah bekerja keras dan jujur, tak peduli di mana pun posisi kita saat ini.

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

--- Kolose 3: 22-23

Semoga kita semua bisa berbuat seolah demi kemuliaan Tuhan dan bukan untuk manusia-apa pun peranan atau di mana pun posisi kita pada saat ini. Tentunya, ini bukanlah hal yang mudah. Pasti butuh proses dan perjuangan di tiap harinya. Pasti mengalami jatuh-bangun juga. Tetapi, mari kita tak menjadi putus asa untuk terus berbuat baik bagi Tuhan dan semoga itu tercerminkan dalam sikap kita kepada sesama. Tak peduli mereka Tuan ataupun hamba, tetap kita berlaku penuh kasih sekuat yang kita bisa. Terus usaha, with God there’s no such mission impossible. With God, impossible is nothing. :)

Ho Chi Minh City, 2 Desember 2010

-fon-

* copas, forward, share? Mohon sertakan sumbernya. Trims.


* ReSiPI: rubrik yang asalnya adalah Renungan Singkat Penyegar Iman. Singkat-padat-membawa penyegaran bagi setiap insan yang rindu akan DIA. ReSiPI juga bisa merupakan kata yang mirip dengan RECIPE (dalam Bahasa Inggris, berarti: RESEP) yang moga-moga bisa menjadi RESEP kita agar bisa dengan tenang melangkah dalam hidup bersama-Nya apa pun yang terjadi:) Amin.