Wednesday, September 7, 2016

You're Awesome, Lord!

* a thankful note

July 19th, 2016

Sebuah pesan muncul dari Messenger di Facebook.
Pesan dari Cello, seorang sahabat yang pernah bareng melayani bersama band Katolik Karismatik di Jakarta.
Menanyakan kabar, sekaligus bilang bahwa dia akan datang ke Singapura buat pelayanan di komunitas KKIHS.
Cello mengajak aku nyanyi bareng lagi.

Jujurnya, cukup kangen untuk nyanyi dan balik ke panggung untuk memuliakan Tuhan dengan talenta yang Dia titipkan padaku.
Sudah 10 tahun 'off' dari panggung, dari pelayanan di bidang nyanyi-menyanyi.
Ini berganti dengan pelayanan keluarga, anak-anak yang dititipkan Tuhan kepadaku dan suami.
Dan dengan tetap setia, kuusahakan menuliskan renungan harian  pribadiku -TODAY (Thought of the Day) agar tetap bisa melayani Tuhan dan tetap menjadi saluran kasih-Nya bagi sesama.

Aku dibaptis di tahun 2000, sekitar 16 tahun lalu.
Sesudah itu, kurasakan begitu pesatnya perkembangan kerohanian yang Tuhan izinkan terjadi di hidupku.
Allah bekerja lewat dua hal yang paling kusukai yang Dia titipkan lewat diriku.
Menyanyi- dengan menjadi singer di Persekutuan Doa St. Ignatius Jakarta dan juga sebagai singer di Band Katolik rohani.
Dan menulis. Dia mempercayakanku bergabung dengan BPK KAJ di waktu itu untuk membantu di bidang 'literature ministry' untuk anak muda.
Untuk menambah pengetahuanku yang kurasakan masih begitu minim soal kekatolikan, aku pun ikut Kursus Pendidikan Kitab Suci (KPKS) St. Paulus Jakarta dari tahun 2002-2005.
Suatu hal yang sungguh menyukakan, karena pada dasarnya aku senang belajar hal-hal baru dan mengembangkan wawasan keimananku.
Sambil menjalani pekerjaanku di bidang dealing, aku bekerja sebagai Stock Broker di Jakarta Stock Exchange (JSX) kala itu. Dan posisi terakhir sebelum pindah ke Singapura adalah Foreign Institutional Dealer pada beberapa brokerage houses- local and foreign houses.
I'm thankful for those wonderful moments in my life.
God has been so good to me!
Really! No words can describe His Kindness in my life...

Setelah bertanya tanggal berapa, tempatnya bakalan di mana, dst kepada Cello. 
Oleh Cello lalu langsung diberi kontak Yasin, yang merupakan leader orang muda di KKIHS.
Jujur saja, sebagai 'stay at home mom', ada keraguan yang besar.
Karena harus menjaga dua anak gadis mungilku yang berusia 9 dan 5 tahun.
Tahun lalu, Cello sempat mengajak dan saat itu aku menolak.
Ada keraguan yang besar karena rasanya gak sanggup untuk 'commit' latihan, sementara tugas Ibu menanti di rumah.
Tetapi, entah mengapa - yang kuyakini tentu saja atas tuntunan Roh Kudus-Nya- tahun ini kurasakan damai sejahtera untuk kemudian mencoba menyanggupi permintaan Cello, terlebih untuk kembali memenuhi undangan-Nya. Kembali melayani dengan segala yang Dia berikan kepadaku.


Sekitar akhir Juli 2016...
Aku lalu mulai ikutan aktif di group WhatsApp para musisi dan singer yang akan menyanyi tanggal 27 Agustus nanti.
Ada lagu-lagu yang pastinya akan dinyanyikan dan jujur lagi nih, setelah 10 tahun off, lagu-lagu yang bakal dinyanyikan menjadi lagu baru bagiku.
Meskipun lagu itu bukan kategori lagu baru, karena sudah 2-4 tahun yang lalu, buatku tetap lagu baru...
Jadi tugas menghafal kembali hadir, Saudara-Saudara! Ada Amin? #ehhh.... hahaha...
Yes, I will try my best...
Salah satu langkah adalah bikin playlist di YouTube.
Hari gini pelayanan sudah amat dimudahkan, jadi tinggal kitanya mau or gak aja...
Yuk mareee belajar lagu baru, dan tambah teman dengan kenal anak-anak muda Indo di Singapura.
Meskipun sudah ibu dengan 2 anak, jujurnya gw ini mami funky  yang pada dasarnya pemalu dan baik budi (even gak banyak yang percaya, tapi jujur: gue itu pada dasarnya pemalu, ehhh  penting gak seh? Hahahaha...).

Agustus 2016
Jadwal latihan sudah dibuat oleh Tere.
Wah, wah, ada 4 latihan dan semuanya mostly night time...
Padahal mommy's tasks yang harus kujalani membuatku harus bangun pagi 05.30.
Yah, sutralah...
Commit 'kan? Harus usaha donk yaaa...
Jia you! Gambatte! Fightingggg!
Yang penting juga nyocokin jadwal sama hubby...
Karena doski jadwalnya padat merayap dan kadang biz trip, so jadi harus ikutan jadwal beliau yang untungnya kali ini mengizinkan gue nyanyi lagi.
Juga jadwal exam anakku..
Puji Tuhan, waktu-Nya emang gak pernah salah....
Semua seolah dimungkinkan!
Wah, wah, I'm so thrilled! Seneng banget bisa bareng lagi melayani Tuhan bareng Cello - The WL Kondang xixixi!

Hasilnya dari jadwal latihan yang 4x, daku cuma bisa hadir 2x.
Mana tiba-tiba mimisan cukup parah, jadi harus endoskopi hidung di ENT Specialist...
Bikin pilek dan membuat aku gak bisa hadir di satu latihan...
Namun akhirnya, aku bisa hadir di tanggal 20 dan 25 Agustus pas Gladi Resik bareng Cello.
Yayyyy! All for His Glory!
From the bottom of my heart, I really thank You, Lord!

Singkat cerita, fast forward ke tanggal 27 Agustus.
Worship Night bersama Cello dengan tajuk: The Hidden Treasure.
Acara sukses, biarpun daku nyasar-nyasar sebelumnya menuju TKP. 
Tengkyu buat Cornelis nih yang dengan menggendong bayinya harus jemput aku di bus stop yang mayan jauh...
Gue jujurnya capek bow, tapi melihat Cornelius bawa bayi tambah pu hao ie se, gak enak hati geto lho!
Doski aja kagak complain, kalo gw ampe 'complain' mah ter... la...lu!
(Duh, ini gaya tulisan zaman-zaman seksi Kepemudaan dulu timbul lagi, gpp ye my dear Bros n Sis in Christ, ikuti aja alurnya setelah pesan-pesan berikut ini...Apaaa cobaaaa? wkwkwk...).

A thank-you list:

  • I wanna thank God for making this possible, I could never do it without You...! You're awesome and forever amazing in my life, Lord!
  • Special thanks to my dear Bro in Christ, George Ancelo Gandha. It was a pleasure to be in the same stage with you again. Such a déjà vu feeling came back to me... Thanks for not forgetting me... And I do thank God for this GREAT REMINDER: it really means a lot me, that I will never be forgotten by Him...Never ever! Sukses Bro buat setiap kepercayaan pelayanan yang Tuhan tambahkan kepadamu... I'll remember apa yang elo bilang, Cel: Stay humbe and serve the Lord! Amen! Semua kemuliaan kembali buat Allah saja...
  • Ih kenapa gw berasa kayak ucapan terima kasih buat Piala Oscar or Grammy Awards yah? And even this list is gonna be longer.. Maklum nulis doang, kan gak dibacain...Yuk mareee lanjuttt... But my hubby Martinus Muliawan, kiddos- Odri n Lala, love you forever and everrr...I thank God for you guyz in my life...
  • Buat segenap musisi yang mengembalikan feeling gw ke masa silam... Halah! Apa cobaaa? Hehehe...  Elo mainnya pada kece-kece bowww.. Lucius, Vic, Ivan, Erik, you guys rock! Singers: Steffi, Hendra, Susan, ma kasih yaaa buat kesempatan nyanyi bareng... Meskipun Susan last minute gak bisa nyanyi bareng, gpp moga-moga lain kali ada kesempatan... Jaga kesehatan, moga-moga lancar ampe lahiran ya, Sannn.... Keep jamming, keep rocking to glorify the Lord! Amen!
  • Buat Tere yang ternyata punya hobby sama: ngeblog juga, samaan ama gw wkwkwk.. Senangnyaaa! Ntar kita janjian yah buat discuss blog and nyanyi-nyanyi bareng...
  • Buat Cornelis, thank you udah jemput gw dan bantuin gw yang udah ampir kebingungan karena nyasar. Gw gak bakal lupa elo gendong-gendong your cutie baby dan jemput gw... Thanks Bro, GBU n family...
  • Buat Sismul, Sisca... Tengkyu udah ice breaking bareng n udah nawarin gw tumpangan buat pulang...Meskipun gak jadi, akhirnya gw ikutan Reinard, tapi tengkyu banget buat niat baikmu...GBU, Sis!
  • Buat Reinard, Silvi, dan keluarga yang ngasih gw tumpangan, tengkyu banget buat kalian semua... Gw sudah dengan selamat sentosa sampe ke rumah... GBU always, see you guys next time. Salam buat nyokap yaaa...
  • Buat Yasin-Wawa n family... Tengkyu juga buat ngobrol-ngobrolnya... Semoga lain kali kita bisa bikin project-project bareng buat God's greater glory tentunya...
  • buat semua pihak yang belum disebutkan, yang mungkin kelupaan, tentunya gw only human jadi punya keterbatasan dalam mengingat... Tapi tengkyu, one way or another... Kita udah ketemu, kenalan, dan melayani bersama... It's such a wonderful experience...!
Aku gak tau kapan bisa nyanyi bareng lagi or pelayanan lagi...
Pas tanggal 25 Agustus sesudah Gladi bareng Cello, almost midnite gw nyampe rumah, Lala sempat fever jam 1 pagi 38.5 derajad Celcius....
Sempat worried, tapi semua mendoakan, tengkyu semuaaaa yang di group WA...
Trus juga tetep donk ah, jam 05.30 tetap bangun pagi siapin anak yang gede sekolah...
Kepala memang keleyengan, tapi hati puji Tuhan sukacita banget...!
Yah, intinya kalo emang bisa dan mau, Tuhan pasti kasih kekuatan... Amin!

Moga-moga nanti-nanti ada kesempatan kalo diizinkan untuk bareng nyanyi lagi or mungkin share-share soal bidang tulis-menulis...
Semua hanya karena kebaikan-Nya, karena kasih-Nya!
Dan semua aku kembalikan hanya kepada Dia. 
Hanya Dia yang berhak terima segala puji, hormat, syukur!
Thank You, LORD!
You're awesome and forever wonderful in my life...

7 September 2016
11.17 pm.
Good night! God bless...

Love in Christ,
-fon-
Fonny Jodikin
#i'mgrateful









Thursday, June 23, 2016

On Father's Day

On Father's Day

Kemarin adalah hari yang diperingati di banyak belahan dunia sebagai hari Ayah.
Father's Day, begitu disebutnya.
Banyak tempat di dunia merayakannya pada 19 Juni kemarin.
Bagi saya, hari ini adalah hari untuk mengenang alm. Papa saya.
Papa meninggal di usia ke-56, saat saya masih kuliah di tingkat 2.
Keadaan yang tidak mudah ini sudah menjadi bagian dari hidup saya dan keluarga dari saya SMP...
Saat Papa sudah sakit macam-macam dan tak lagi bisa bekerja dan berbisnis seperti sebelumnya.
Keadaan ekonomi yang awalnya cukup stabil, mendadak morat-marit, lalu saya pun mengambil inisiatif untuk mandiri.
Mengajar anak-anak TK Bahasa Inggris, serta kemudian mengerjakan banyak pekerjaan part-time semisal:
Accounting staff, staff di sebuah Tour dan Travel, guru Bahasa Inggris di sebuah SD di Jakarta Barat, juga pernah menjalankan MLM yang kemudian terhenti karena sesuatu dan lain hal.
Semua saya lakukan sambil kuliah Ekonomi Akuntansi di Universitas Tarumanagara di Jakarta.
Dari bawah, saya belajar: bahwa hidup memanglah sebuah perjuangan.
There's no free lunch- harus berjuang untuk makan dan untuk hidup.
Dari muda, saya sudah terbiasa untuk melakukan hal-hal yang bersifat mandiri
dan tak mau membebani orang tua ataupun keluarga.
Atas berkat rahmat Allah, saya dimampukan menjalani hari demi hari sampai detik ini...
Saya menyadari, itu semua adalah karena kasih-Nya semata...

Papa sudah sakit sejak saya masih duduk di bangku SMP.
Dan perjuangan yang saya hadapi, sungguh mendewasakan saya secara pribadi.
Tidak mudah karena tiap hari harus berhadapan dengan kondisi sakitnya.
Juga perangai Papa yang keras, tidak terlalu cocok bagi saya.
Namun, tiada sesal di hati ini...
Sebelum beliau meninggal dunia untuk selamanya, saya dan Papa sudah berdamai.
Saya sungguh bahagia, ketika relasi Ayah dan anak ini sudah direkonsiliasi atas bantuan Yang Kuasa.

Hubungan antara kita dan orangtua kita, tak selamanya sempurna.
Saya sungguh menyadarinya dan pelajaran itu harus saya dapatkan bahkan di usia muda.
Namun, bukan berarti: tidak terjadi kedamaian di dalam hati kami.
Terus mendoakan, serta mengupayakan untuk menjadikan keadaan lebih baik.
Melihat hal-hal baik, karena setidaknya di tubuh saya, mengalir juga darah keturunan darinya.
Bakat dan minat di dunia tarik suara, juga berasal dari Papa.
Karena Papa semasa muda punya 'band' dan juga adalah seorang penyanyi.
Dan bukan kebetulan ketika Tuhan memilihkan ayah dan ibu bagi kita...
Meskipun di mata kita mereka tak sempurna, sebagaimana kita pun tak sempurna...
Tuhan pastinya sudah merencanakan segala sesuatunya...

Tuhan, saya berdoa untuk almarhum Papaku: Jodikin, yang sudah berpulang untuk selamanya ke rumah-Mu.
Semoga Engkau menerima jiwanya dalam kedamaian abadi bersama-Mu.
Even I didn't say it much during your time with me, but: I love you, Pa!
Juga mendoakan suamiku, orang yang Kaupercayai menjadi ayah bagi anak-anak kami...
Berkatilah dia ya, Tuhan, agar Dia tetap bisa menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dan sukacita...

Tuhan Yesus, saya juga mendoakan seluruh pembaca saat ini:
entah mereka berperan sebagai Ayah, entah mereka mendoakan ayah mereka,
entah mereka mendoakan Papa Mertuanya...
Entah mereka harus berperan sebagai Ibu dan juga Ayah, karena sesuatu dan lain hal...
Berkatilah mereka semua, ya Tuhan...
Semoga tangan kasih-Mu menaungi mereka untuk selamanya...
Hidup dan perjalanannya terkadang tak gampang ditebak, tak tahu harus melangkah ke mana...
Namun, semoga kita semua dikuatkan oleh genggaman tangan kasih-Nya di dalam melangkah...
Serta saling mendoakan dan bertolong-tolongan di dunia ini...
Menjadi saluran tangan-Mu ya, Tuhan...

Happy Father's Day!
Buat semua Ayah dan yang masih berkesempatan menghabiskan waktu bersama Ayah Anda...
Do something for them! Create moments with them!
Call them, visit them, bring them to favourite places...
Selagi ada waktu...
Jangan sampai penyesalan itu datang terlambat, ketika mereka tak lagi bisa kita temui di dunia ini...
Kesempatan itu takkan pernah datang dua kali...

Jika ada kesalahpahaman dan masih bisa diperbaiki, jangan ragu:lakukan sesuatu...
Dengan harapan dan iman, serta di dalam doa yang dipanjatkan kepada yang Kuasa...
Semoga rekonsiliasi dapat tercipta...
Menjadi Ayah tidak selalu penuh stres belaka...
Banyak juga hal yang menyenangkan yang bisa didapatkan dari peranan ini...
Setidaknya itu yang saya lihat selama menjalani peranan Ibu juga...
Ah, bukankah hidup adalah proses pembelajaran senantiasa? :)
Have fun, have a great celebration, pray together as a family...
May the love of God be with us all...

Love in Christ,
-fon-
Singapore, 20.06.2016

Monday, May 11, 2015

A Not-So-Perfect Day

A Not-So-Perfect Day

I don't know.
Yes, I don't know.
Well, should I start my writing with something much more interesting rather than IDK a.k.a I Don't Know?
But, really...
There are times that I really don't know.
Don't know what to do, don't know what to say, don't know what the future might bring.
I wish my days would be full of flowers that blossom beautifully.
I wish my days are just such perfect days that I've got nothing to complain about...
But, those are just my wishes.
Things that I know (finally, huh? There's something that I know haha :)), those are just my wishful thinking.
While in reality, they never really exactly happen that much.

Life sometimes is full of unexpected things.
Some are good ones, many times they just turn out to be bad not too mention nightmares.
But, after the suffering that we've gone through, somehow there's a power that looks after us.
A power that guides us...
Especially when we're so tired and weak...
And we thought we could never go on...
Yes, there's this magical hand that leads us to get through all of the problems...
It's not that the problem suddenly flies away...
But, somehow, in some ways, we got the strength to go on despite all the bad things that we thought we could never dare to face.

Those magical moments remind me of the Almighty.
The One and Only who can help me(read: us) to get through all the things in our lives.
Life isn't a fairy tale.
It's pretty far from Hollywood dream that ends: " And they live happily ever after..." in each of its ending...
But, yes...
Every cloud has a silver lining...
There'll be a rainbow after the rain...
If only we wait patiently for them to come, as long as we keep on fighting 'till the end.

A not-so-perfect-day like today...
Or like yesterday...
Or like two years ago...
Or like tomorrow...
Or like ten years from now...
Most probably those days will come to us anyway...
But in those not-so-perfect days...
There's always this special and perfect God who will always guide me.
He'll guide you...
He'll guide us...
In every step of the way...
In the midst of a long and winding road...
For He's always there to guide us and to see us through.

I'm thankful for my not-so-perfect days...
Because I know, I got a perfect God who knows exactly the picture perfect of my life in His Eyes.

12.05.2015
fon@sg

Monday, March 2, 2015

Iman Seorang Anak Kecil...

Iman Seorang Anak Kecil

Seorang anak kecil menderita sakit yang parah.
Ibunya sangat sedih, ingin menggantikan posisinya.
Ayahnya sangat terpukul, namun berusaha keras memenuhi kebutuhan finansial yang sangat besar untuk biaya pengobatan Si Anak.
Kakak dan adiknya sedih dan kesepian, karena kehilangan seorang teman bermain.

Seorang anak kecil menderita sakit parah.
Yang sampai sekarang belum diketemukan obatnya...
Namun yang aneh tapi nyata, dia sungguh berharap dan beriman pada Yang Kuasa...
Imannya membuat orang-orang di sekitarnya terhibur...
Walaupun air mata tak henti turun dari yang mendengarnya...
" Tak apa, Ma... Yesus ada dan Dia selalu memegang tanganku... Dia takkan meninggalkanku sendirian..."
" Papa jangan kuatir ya, Pa... Yesus sudah sediakan segala sesuatunya bagi kita, Pa..."

Hati siapa yang takkan tersentuh?
Sekeras apa pun hati seseorang, bila dihadapkan pada kenyataan semacam ini, pastinya takkan ada yang bisa menghindari air mata yang jatuh....
Dia hanya seorang bocah lelaki berusia enam tahun.
Yang seharusnya menikmati masa-masa yang bahagia...
Yang semestinya sedang tertawa-tawa bermain dan bercanda bersama teman-temannya...
Bukan terbaring dengan selang infus yang panjang.
Dengan jarum suntik yang sudah jadi makanan sehari-harinya...
Juga obat-obatan yang begitu banyaknya...

Seorang anak kecil berpulang.
Untuk selamanya.
Meninggalkan jutaan kenangan bagi keluarga tercinta...
Meninggalkan keharuan dan kesedihan...
Juga KETEGARAN...
Keberanian untuk menghadapi keadaan...

Tak pernah tahu, hidup ini akan membawa kita ke arah mana...
Tak pernah pasti, apa yang akan kita jalani hari lepas hari...
Sedetik saja, segala sesuatu bisa berubah...
Namun bersama Yesus, kita hadapi semuanya dengan iman.
Dengan ketabahan...

Kita terkadang terlalu terpaku dengan 'happy ending' yang sering kita lihat di Drama Korea ataupun film-film Hollywood...
Namun, film kehidupan kita berbeda dengan film-film buatan manusia...
Karena film kita disutradarai oleh-Nya...
Semoga kita tetap memiliki iman seperti seorang anak kecil yang tak henti berharap kepada Yesus, meskipun menghadapi kesulitan.
Ya, semoga.

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar  dalam Kerajaan Sorga?" 18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat  dan menjadi seperti anak kecil ini,  kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.  18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. "
(Matius 18:1-5)

3 Maret 2015
fon@sg
*menari-narikan jemariku di atas keyboard laptop. All for His Glory. Lenten Season 2015.
*based on true story yang pernah kudengar terjadi di sekitar kita. Tuhan kuatkan anak-anak yang sakit keras, juga keluarganya dalam menghadapi keadaan yang sulit ini... Semoga mereka tetap merasakan kasih-Mu, juga menyadari bahwa Engkau takkan pernah meninggalkan mereka.

Monday, February 16, 2015

Februari yang Sibuk

Valentine's Day, Rabu Abu bagi yang Katolik, dan Imlek...
Februari yang sibuk...
Pusat perbelanjaan penuh, riuh...
Berdesak-desakakan
Ngantri...

Februari yang sibuk...
Adakah saat hening itu masih kusediakan?
Saat untuk duduk diam di hadirat-Mu dan mendengar suara-Mu?
Jujur, kurindukan itu...
Di antara deru Februari atau bulan-bulan berikutnya...
Di antara kesibukan di setiap harinya...
Semoga aku tetap mempersembahkan waktuku untuk-Mu...

Februari 11, 2015
fon@sg

Friday, December 12, 2014

Being Mom: Faith in His Timing


Being Mom: Faith in His Timing

5 Januari 2014

Masih teringat dalam benak saya, ketika kami mengawali tahun 2014 ini.
Saat anak kami yang pertama-panggilannya Odri- memulai kursus renangnya di minggu pertama di bulan Januari.
Sebelum ini, hanya latihan-latihan biasa bersama papanya, namun belum benar-benar bisa.
Mau diajari agar kepalanya masuk ke dalam air, dia tak mau.
Sepertinya dia masih takut.
Namun, karena saya pribadi pernah punya pengalaman yang cukup membuat trauma saat Odri didorong ke kolam renang oleh seorang anak bule di tempat tinggal kami sebelumnya, jadi ada rasa kuatir juga kalau dia belum bisa renang.
Kursus renang ini bukan buat gengsi-gengsian, melainkan untuk 'survival', jika suatu saat ternyata harus 'kecemplung' lagi di kolam renang.
Sehingga, kami memutuskan-dengan persetujuan Odri yang mendadak pengen belajar juga- untuk mencari pelatih dan memulai kursusnya.

Minggu demi minggu berlalu.
Saya harus menunggu selama 1 jam, duduk di sisi kolam, melihat dia berlatih.
Pertama berlatih pernafasan, lalu diajari pelan-pelan gaya dada.
Pelajarannya menggunakan 'swimming float' untuk membantunya mengapung di permukaan.
Jujur, selama 1 jam, kadang emaknya mati gaya sendiri hihihi...
Mau ikutan renang, jujur lagi nih, agak malas.
Karena memang aku gak terlalu suka renang, juga sekaligus maunya melihat dia berlatih karena masih pemula, jadi gak berani dilepas..
Dari baca buku, berdoa, lihat gadget, semua dilakukan...
Satu sisi bersyukur juga, karena punya 'me time' yang dipaksakan, meskipun di sisi kolam renang saja.

Kadang bosan, kadang bengong, kadang ketawa sendiri lihat gadget (untung yang ini jarang, kalo sering, apa kata dunia? Hahaha...)
Minggu demi minggu, perlahan tapi pasti terlihat juga 'progress' Odri.
Memasuki bulan Desember ini, dia sudah menguasai gaya dada dan bisa berenang sepanjang kolam orang dewasa dengan standar olympic. Juga mulai belajar gaya bebas.
Intinya, saya melihat hasil yang nyata dari awal tahun dan akhir tahun ini...
Sungguh bersyukur banget:) Sukacita, senang...

                                                                            ***

Perjalanan menunggu Odri les renang ini mengingatkan saya akan arti menunggu di kehidupan ini.
Betapa sering dalam hidup, kita dihadapkan pada kenyataan: suka atau tidak, kita harus menunggu...
Terkadang proses menunggu itu berjalan menyenangkan, seperti menunggu kelahiran seorang bayi yang tengah dikandung oleh Bundanya....
Namun, tak jarang, proses menunggu itu malah menguras energi dan membuat kita kecewa, lemah iman, putus asa, mempertanyakan kepedulian Tuhan akan hidup kita, dan hal-hal negatif yang begitu menyerap hal-hal positif dalam hidup kita dan menggantikannya dengan kekuatiran.

Contohnya: saat menunggu Sang Jodoh yang tak kunjung tiba, menunggu anggota keluarga yang sakit keras, menunggu kehadiran bayi yang tak kunjung hadir di pernikahan yang sudah cukup lama, dan masih banyak peristiwa 'menunggu' di sekitar kita yang membuat kita begitu sulit menjalani hari lepas hari...

Di akhir tahun ini menjadi saat yang tepat bagi saya (semoga bagi kita bersama juga:)) untuk mengevaluasi, bagaimana sikap saya selama menunggu?
Apa saya menjadi marah, lemah iman, dan menjauh dari Tuhan?
Atau malah masa-masa ini menjadikan saya lebih mendekat kepada-Nya untuk mencari apa rencana-Nya dalam hidup saya?

Tahun ini, juga di tahun-tahun berikutnya, pasti ada kejadian yang mengharuskan kita menunggu.
Apakah kita menyiapkan diri dengan baik selama proses itu dan percaya akan waktu yang sudah ditetapkan-Nya bagi kita? Itu tetaplah menjadi pilihan kita.
Semoga demikian adanya.
Mari terus belajar untuk membangun iman yang kuat di dalam Tuhan.
Dan percaya, segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya.

He has made everything beautiful in its time. He has also set eternity in the human heart; yet no one can fathom what God has done from beginning to end.

--- Ecclesiastes 3:11


13.12.2014
fon@sg

Wednesday, December 3, 2014

Saat Kukecewa



Selamat pagi, Bapa…
Pagi ini hujan turun begitu derasnya, Tuhan….
Sebagaimana yang sering kualami dalam hidupku…
Hujan, badai, gelombang kehidupan yang kualami….
Segalanya yang ingin selalu kupersembahkan kepada-Mu…
Namun, pada kenyataannya, tak selalu bisa kupersembahkan itu semua dengan rela…
Dengan keikhlasan penuh di hatiku…
Tak jarang, aku harus menghadapi bagian dari diriku yang sungguh-sungguh kecewa…

Kecewa karena rencanaku tak terlaksana…
Biarpun aku percaya bahwa rencana-Mu yang terbaik bagiku, tak semudah itu aku langsung melangkah ke jenjang berikutnya…
Terkadang butuh waktu dan proses yang cukup lama..
Memakan waktu yang panjang untuk berdamai dengan diriku, untuk tidak menyalahkan siapa pun, terutama juga untuk tidak menyalahkan-Mu…
Aku sadar, aku terkadang bisa merasa Kau tidak lagi peduli padaku…
Saat doa-doaku tak terjawab…
Saat kenyataan begitu menghancurkan hati…
Sering kali, aku bertanya, “ Tuhan, Kau di mana?”
Adakah Engkau di setiap langkahku? Selalu?
Jujur saja, saat aku begitu kecewa, aku jadi begitu meragukan itu semuanya itu.

Dalam naik-turunnya proses kehidupan yang harus dijalani semua orang, termasuk diriku…
Aku sebetulnya terus berusaha belajar untuk menerima…
Bahwa rancangan-Mu pastilah yang terbaik bagiku…
Namun, satu demi satu kecewa yang tak kukendalikan dengan baik itu...
Mulai menumpuk satu demi satu…
Kegagalan demi kegagalan…
Sakit hati yang tertahan dan tak terselesaikan…
Luka batin yang menoreh bagian hati yang terdalam…
Tak semudah itu terlepaskan…
Dan, kenyataan ini begitu berat kurasakan…

Mudah bagiku untuk berseru, “ Tiada yang mustahil bagi-Mu,” ketika aku tengah bersuka.
Ketika begitu banyak kemudahan dilimpahkan kepadaku.
Ketika kesuksesan menyapaku.
Namun, ketika semua hal itu berbalik dariku…
Tak semudah itu bagi mulutku untuk tetap memuji-Mu…

Secara jujur, kuakui bahwa inilah aku, Tuhan…
Dengan segala kelemahan manusiawiku…
Dengan segala kekuranganku…
Namun, terlepas dari semuanya itu…
Aku mau tetap menjadi kesayangan-Mu, menjadi murid-Mu yang setia sampai akhir hidupku…
Aku tetap mau menjalani hidupku bersama-Mu, meskipun tak seindah yang kukira dulu…
Grafik relasi yang naik-turun pun kualami bersama-Mu…

Di sini, saat ini…
Dengan segala kerendahan hati, kumohonkan bimbingan Roh Kudus-Mu…
Untuk senantiasa memimpinku ke jalan yang benar…
Ke jalan yang memuliakan nama-Mu…
Segala kecewaku, sakit hati, luka batin, rasa sepi, perasaan ditinggalkan, perasaan tak lagi dipedulikan, perasaan minder, perasaan bahwa aku tak layak bagi-Mu, dan segudang perasaan-perasaan negatif lainnya kubawa kepada-Mu.
Kembali kupercayakan hidupku kepada-Mu.
Aku percaya, Tuhan, setelah segala badai dan gelombang yang mengguncangkan hidupku…
Akan ada lagi pelangi yang indah yang Kausediakan bagiku…
Sebagaimana Sang Pelangi sering muncul seusai hujan…
Aku percaya, akan adanya warna-warni yang menceriakan itu akan kembali Kauhadirkan…



Di proses ini, aku belajar…
Untuk menerima (kembali), bahwa Engkau adalah Allah yang setia…
Yang selalu ada di setiap episode kehidupanku…
Engkau takkan pernah meninggalkanku…
Engkau tahu yang terbaik bagi setiap anak-anak-Mu, termasuk diriku…
Dan, aku harus belajar terus merencanakan segala sesuatu, namun juga fleksibel ketika itu semua berubah haluan…
Aku percaya kepada-Mu.

Jesus, I trust in You.
On days when I am afraid,
I put my trust in you. (Psalm 56:3)
I’ll walk with You and won’t lean on my own understanding.(Proverbs 3:5)
I will trust the Lord with all my heart.
Jesus, I trust in You.

04.12.2014
fon@sg