Wednesday, September 7, 2016

You're Awesome, Lord!

* a thankful note

July 19th, 2016

Sebuah pesan muncul dari Messenger di Facebook.
Pesan dari Cello, seorang sahabat yang pernah bareng melayani bersama band Katolik Karismatik di Jakarta.
Menanyakan kabar, sekaligus bilang bahwa dia akan datang ke Singapura buat pelayanan di komunitas KKIHS.
Cello mengajak aku nyanyi bareng lagi.

Jujurnya, cukup kangen untuk nyanyi dan balik ke panggung untuk memuliakan Tuhan dengan talenta yang Dia titipkan padaku.
Sudah 10 tahun 'off' dari panggung, dari pelayanan di bidang nyanyi-menyanyi.
Ini berganti dengan pelayanan keluarga, anak-anak yang dititipkan Tuhan kepadaku dan suami.
Dan dengan tetap setia, kuusahakan menuliskan renungan harian  pribadiku -TODAY (Thought of the Day) agar tetap bisa melayani Tuhan dan tetap menjadi saluran kasih-Nya bagi sesama.

Aku dibaptis di tahun 2000, sekitar 16 tahun lalu.
Sesudah itu, kurasakan begitu pesatnya perkembangan kerohanian yang Tuhan izinkan terjadi di hidupku.
Allah bekerja lewat dua hal yang paling kusukai yang Dia titipkan lewat diriku.
Menyanyi- dengan menjadi singer di Persekutuan Doa St. Ignatius Jakarta dan juga sebagai singer di Band Katolik rohani.
Dan menulis. Dia mempercayakanku bergabung dengan BPK KAJ di waktu itu untuk membantu di bidang 'literature ministry' untuk anak muda.
Untuk menambah pengetahuanku yang kurasakan masih begitu minim soal kekatolikan, aku pun ikut Kursus Pendidikan Kitab Suci (KPKS) St. Paulus Jakarta dari tahun 2002-2005.
Suatu hal yang sungguh menyukakan, karena pada dasarnya aku senang belajar hal-hal baru dan mengembangkan wawasan keimananku.
Sambil menjalani pekerjaanku di bidang dealing, aku bekerja sebagai Stock Broker di Jakarta Stock Exchange (JSX) kala itu. Dan posisi terakhir sebelum pindah ke Singapura adalah Foreign Institutional Dealer pada beberapa brokerage houses- local and foreign houses.
I'm thankful for those wonderful moments in my life.
God has been so good to me!
Really! No words can describe His Kindness in my life...

Setelah bertanya tanggal berapa, tempatnya bakalan di mana, dst kepada Cello. 
Oleh Cello lalu langsung diberi kontak Yasin, yang merupakan leader orang muda di KKIHS.
Jujur saja, sebagai 'stay at home mom', ada keraguan yang besar.
Karena harus menjaga dua anak gadis mungilku yang berusia 9 dan 5 tahun.
Tahun lalu, Cello sempat mengajak dan saat itu aku menolak.
Ada keraguan yang besar karena rasanya gak sanggup untuk 'commit' latihan, sementara tugas Ibu menanti di rumah.
Tetapi, entah mengapa - yang kuyakini tentu saja atas tuntunan Roh Kudus-Nya- tahun ini kurasakan damai sejahtera untuk kemudian mencoba menyanggupi permintaan Cello, terlebih untuk kembali memenuhi undangan-Nya. Kembali melayani dengan segala yang Dia berikan kepadaku.


Sekitar akhir Juli 2016...
Aku lalu mulai ikutan aktif di group WhatsApp para musisi dan singer yang akan menyanyi tanggal 27 Agustus nanti.
Ada lagu-lagu yang pastinya akan dinyanyikan dan jujur lagi nih, setelah 10 tahun off, lagu-lagu yang bakal dinyanyikan menjadi lagu baru bagiku.
Meskipun lagu itu bukan kategori lagu baru, karena sudah 2-4 tahun yang lalu, buatku tetap lagu baru...
Jadi tugas menghafal kembali hadir, Saudara-Saudara! Ada Amin? #ehhh.... hahaha...
Yes, I will try my best...
Salah satu langkah adalah bikin playlist di YouTube.
Hari gini pelayanan sudah amat dimudahkan, jadi tinggal kitanya mau or gak aja...
Yuk mareee belajar lagu baru, dan tambah teman dengan kenal anak-anak muda Indo di Singapura.
Meskipun sudah ibu dengan 2 anak, jujurnya gw ini mami funky  yang pada dasarnya pemalu dan baik budi (even gak banyak yang percaya, tapi jujur: gue itu pada dasarnya pemalu, ehhh  penting gak seh? Hahahaha...).

Agustus 2016
Jadwal latihan sudah dibuat oleh Tere.
Wah, wah, ada 4 latihan dan semuanya mostly night time...
Padahal mommy's tasks yang harus kujalani membuatku harus bangun pagi 05.30.
Yah, sutralah...
Commit 'kan? Harus usaha donk yaaa...
Jia you! Gambatte! Fightingggg!
Yang penting juga nyocokin jadwal sama hubby...
Karena doski jadwalnya padat merayap dan kadang biz trip, so jadi harus ikutan jadwal beliau yang untungnya kali ini mengizinkan gue nyanyi lagi.
Juga jadwal exam anakku..
Puji Tuhan, waktu-Nya emang gak pernah salah....
Semua seolah dimungkinkan!
Wah, wah, I'm so thrilled! Seneng banget bisa bareng lagi melayani Tuhan bareng Cello - The WL Kondang xixixi!

Hasilnya dari jadwal latihan yang 4x, daku cuma bisa hadir 2x.
Mana tiba-tiba mimisan cukup parah, jadi harus endoskopi hidung di ENT Specialist...
Bikin pilek dan membuat aku gak bisa hadir di satu latihan...
Namun akhirnya, aku bisa hadir di tanggal 20 dan 25 Agustus pas Gladi Resik bareng Cello.
Yayyyy! All for His Glory!
From the bottom of my heart, I really thank You, Lord!

Singkat cerita, fast forward ke tanggal 27 Agustus.
Worship Night bersama Cello dengan tajuk: The Hidden Treasure.
Acara sukses, biarpun daku nyasar-nyasar sebelumnya menuju TKP. 
Tengkyu buat Cornelis nih yang dengan menggendong bayinya harus jemput aku di bus stop yang mayan jauh...
Gue jujurnya capek bow, tapi melihat Cornelius bawa bayi tambah pu hao ie se, gak enak hati geto lho!
Doski aja kagak complain, kalo gw ampe 'complain' mah ter... la...lu!
(Duh, ini gaya tulisan zaman-zaman seksi Kepemudaan dulu timbul lagi, gpp ye my dear Bros n Sis in Christ, ikuti aja alurnya setelah pesan-pesan berikut ini...Apaaa cobaaaa? wkwkwk...).

A thank-you list:

  • I wanna thank God for making this possible, I could never do it without You...! You're awesome and forever amazing in my life, Lord!
  • Special thanks to my dear Bro in Christ, George Ancelo Gandha. It was a pleasure to be in the same stage with you again. Such a déjà vu feeling came back to me... Thanks for not forgetting me... And I do thank God for this GREAT REMINDER: it really means a lot me, that I will never be forgotten by Him...Never ever! Sukses Bro buat setiap kepercayaan pelayanan yang Tuhan tambahkan kepadamu... I'll remember apa yang elo bilang, Cel: Stay humbe and serve the Lord! Amen! Semua kemuliaan kembali buat Allah saja...
  • Ih kenapa gw berasa kayak ucapan terima kasih buat Piala Oscar or Grammy Awards yah? And even this list is gonna be longer.. Maklum nulis doang, kan gak dibacain...Yuk mareee lanjuttt... But my hubby Martinus Muliawan, kiddos- Odri n Lala, love you forever and everrr...I thank God for you guyz in my life...
  • Buat segenap musisi yang mengembalikan feeling gw ke masa silam... Halah! Apa cobaaa? Hehehe...  Elo mainnya pada kece-kece bowww.. Lucius, Vic, Ivan, Erik, you guys rock! Singers: Steffi, Hendra, Susan, ma kasih yaaa buat kesempatan nyanyi bareng... Meskipun Susan last minute gak bisa nyanyi bareng, gpp moga-moga lain kali ada kesempatan... Jaga kesehatan, moga-moga lancar ampe lahiran ya, Sannn.... Keep jamming, keep rocking to glorify the Lord! Amen!
  • Buat Tere yang ternyata punya hobby sama: ngeblog juga, samaan ama gw wkwkwk.. Senangnyaaa! Ntar kita janjian yah buat discuss blog and nyanyi-nyanyi bareng...
  • Buat Cornelis, thank you udah jemput gw dan bantuin gw yang udah ampir kebingungan karena nyasar. Gw gak bakal lupa elo gendong-gendong your cutie baby dan jemput gw... Thanks Bro, GBU n family...
  • Buat Sismul, Sisca... Tengkyu udah ice breaking bareng n udah nawarin gw tumpangan buat pulang...Meskipun gak jadi, akhirnya gw ikutan Reinard, tapi tengkyu banget buat niat baikmu...GBU, Sis!
  • Buat Reinard, Silvi, dan keluarga yang ngasih gw tumpangan, tengkyu banget buat kalian semua... Gw sudah dengan selamat sentosa sampe ke rumah... GBU always, see you guys next time. Salam buat nyokap yaaa...
  • Buat Yasin-Wawa n family... Tengkyu juga buat ngobrol-ngobrolnya... Semoga lain kali kita bisa bikin project-project bareng buat God's greater glory tentunya...
  • buat semua pihak yang belum disebutkan, yang mungkin kelupaan, tentunya gw only human jadi punya keterbatasan dalam mengingat... Tapi tengkyu, one way or another... Kita udah ketemu, kenalan, dan melayani bersama... It's such a wonderful experience...!
Aku gak tau kapan bisa nyanyi bareng lagi or pelayanan lagi...
Pas tanggal 25 Agustus sesudah Gladi bareng Cello, almost midnite gw nyampe rumah, Lala sempat fever jam 1 pagi 38.5 derajad Celcius....
Sempat worried, tapi semua mendoakan, tengkyu semuaaaa yang di group WA...
Trus juga tetep donk ah, jam 05.30 tetap bangun pagi siapin anak yang gede sekolah...
Kepala memang keleyengan, tapi hati puji Tuhan sukacita banget...!
Yah, intinya kalo emang bisa dan mau, Tuhan pasti kasih kekuatan... Amin!

Moga-moga nanti-nanti ada kesempatan kalo diizinkan untuk bareng nyanyi lagi or mungkin share-share soal bidang tulis-menulis...
Semua hanya karena kebaikan-Nya, karena kasih-Nya!
Dan semua aku kembalikan hanya kepada Dia. 
Hanya Dia yang berhak terima segala puji, hormat, syukur!
Thank You, LORD!
You're awesome and forever wonderful in my life...

7 September 2016
11.17 pm.
Good night! God bless...

Love in Christ,
-fon-
Fonny Jodikin
#i'mgrateful









Thursday, June 23, 2016

On Father's Day

On Father's Day

Kemarin adalah hari yang diperingati di banyak belahan dunia sebagai hari Ayah.
Father's Day, begitu disebutnya.
Banyak tempat di dunia merayakannya pada 19 Juni kemarin.
Bagi saya, hari ini adalah hari untuk mengenang alm. Papa saya.
Papa meninggal di usia ke-56, saat saya masih kuliah di tingkat 2.
Keadaan yang tidak mudah ini sudah menjadi bagian dari hidup saya dan keluarga dari saya SMP...
Saat Papa sudah sakit macam-macam dan tak lagi bisa bekerja dan berbisnis seperti sebelumnya.
Keadaan ekonomi yang awalnya cukup stabil, mendadak morat-marit, lalu saya pun mengambil inisiatif untuk mandiri.
Mengajar anak-anak TK Bahasa Inggris, serta kemudian mengerjakan banyak pekerjaan part-time semisal:
Accounting staff, staff di sebuah Tour dan Travel, guru Bahasa Inggris di sebuah SD di Jakarta Barat, juga pernah menjalankan MLM yang kemudian terhenti karena sesuatu dan lain hal.
Semua saya lakukan sambil kuliah Ekonomi Akuntansi di Universitas Tarumanagara di Jakarta.
Dari bawah, saya belajar: bahwa hidup memanglah sebuah perjuangan.
There's no free lunch- harus berjuang untuk makan dan untuk hidup.
Dari muda, saya sudah terbiasa untuk melakukan hal-hal yang bersifat mandiri
dan tak mau membebani orang tua ataupun keluarga.
Atas berkat rahmat Allah, saya dimampukan menjalani hari demi hari sampai detik ini...
Saya menyadari, itu semua adalah karena kasih-Nya semata...

Papa sudah sakit sejak saya masih duduk di bangku SMP.
Dan perjuangan yang saya hadapi, sungguh mendewasakan saya secara pribadi.
Tidak mudah karena tiap hari harus berhadapan dengan kondisi sakitnya.
Juga perangai Papa yang keras, tidak terlalu cocok bagi saya.
Namun, tiada sesal di hati ini...
Sebelum beliau meninggal dunia untuk selamanya, saya dan Papa sudah berdamai.
Saya sungguh bahagia, ketika relasi Ayah dan anak ini sudah direkonsiliasi atas bantuan Yang Kuasa.

Hubungan antara kita dan orangtua kita, tak selamanya sempurna.
Saya sungguh menyadarinya dan pelajaran itu harus saya dapatkan bahkan di usia muda.
Namun, bukan berarti: tidak terjadi kedamaian di dalam hati kami.
Terus mendoakan, serta mengupayakan untuk menjadikan keadaan lebih baik.
Melihat hal-hal baik, karena setidaknya di tubuh saya, mengalir juga darah keturunan darinya.
Bakat dan minat di dunia tarik suara, juga berasal dari Papa.
Karena Papa semasa muda punya 'band' dan juga adalah seorang penyanyi.
Dan bukan kebetulan ketika Tuhan memilihkan ayah dan ibu bagi kita...
Meskipun di mata kita mereka tak sempurna, sebagaimana kita pun tak sempurna...
Tuhan pastinya sudah merencanakan segala sesuatunya...

Tuhan, saya berdoa untuk almarhum Papaku: Jodikin, yang sudah berpulang untuk selamanya ke rumah-Mu.
Semoga Engkau menerima jiwanya dalam kedamaian abadi bersama-Mu.
Even I didn't say it much during your time with me, but: I love you, Pa!
Juga mendoakan suamiku, orang yang Kaupercayai menjadi ayah bagi anak-anak kami...
Berkatilah dia ya, Tuhan, agar Dia tetap bisa menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dan sukacita...

Tuhan Yesus, saya juga mendoakan seluruh pembaca saat ini:
entah mereka berperan sebagai Ayah, entah mereka mendoakan ayah mereka,
entah mereka mendoakan Papa Mertuanya...
Entah mereka harus berperan sebagai Ibu dan juga Ayah, karena sesuatu dan lain hal...
Berkatilah mereka semua, ya Tuhan...
Semoga tangan kasih-Mu menaungi mereka untuk selamanya...
Hidup dan perjalanannya terkadang tak gampang ditebak, tak tahu harus melangkah ke mana...
Namun, semoga kita semua dikuatkan oleh genggaman tangan kasih-Nya di dalam melangkah...
Serta saling mendoakan dan bertolong-tolongan di dunia ini...
Menjadi saluran tangan-Mu ya, Tuhan...

Happy Father's Day!
Buat semua Ayah dan yang masih berkesempatan menghabiskan waktu bersama Ayah Anda...
Do something for them! Create moments with them!
Call them, visit them, bring them to favourite places...
Selagi ada waktu...
Jangan sampai penyesalan itu datang terlambat, ketika mereka tak lagi bisa kita temui di dunia ini...
Kesempatan itu takkan pernah datang dua kali...

Jika ada kesalahpahaman dan masih bisa diperbaiki, jangan ragu:lakukan sesuatu...
Dengan harapan dan iman, serta di dalam doa yang dipanjatkan kepada yang Kuasa...
Semoga rekonsiliasi dapat tercipta...
Menjadi Ayah tidak selalu penuh stres belaka...
Banyak juga hal yang menyenangkan yang bisa didapatkan dari peranan ini...
Setidaknya itu yang saya lihat selama menjalani peranan Ibu juga...
Ah, bukankah hidup adalah proses pembelajaran senantiasa? :)
Have fun, have a great celebration, pray together as a family...
May the love of God be with us all...

Love in Christ,
-fon-
Singapore, 20.06.2016