Showing posts with label surrender. Show all posts
Showing posts with label surrender. Show all posts

Monday, December 10, 2012

Past, Present, and Future




Look at the past with gratitude, look at the future with confidence.
(Fr. Richards A., 2nd Sunday of Advent ‘s Homily).

Ini bukan pelajaran Grammar (Tata Bahasa) dalam Bahasa Inggris, lho:)
Sekali lagi, bukannn:)
Namun, ketika mendengar homili dari seorang Pastor di salah satu gereja di Singapura ketika Misa Minggu Adven yang kedua kemarin, mau tidak mau, judul ini yang terlintas di kepala saya.

Sebagai seorang melo alias melankolis, saya sungguh tahu betapa saya suka bermain di masa lalu. Masa lalu yang indah dan menyenangkan. Yang terkadang begitu sulit untuk dilupakan...

Juga atau bahkan terutama masa lalu yang begitu menyakitkan. Bagian yang 'sakit' itu sering diputar entah disengaja atau tidak oleh pikiran saya dan membuat saya senang berkubang di dalamnya. Termasuk dengan orang- orang yang pernah begitu menyakiti saya di masa lalu itu seolah akan tetap menyisakan luka yang begitu sulit terobati.

Saya sadar itu bukanlah hal yang patut dibanggakan. Dan saya belajar untuk melangkah, keluar dari lingkaran amarah, luka dan dendam. Yang tentunya jika saya lakukan sendiri amatlah sulit terjadi (bisa jadi merupakan hal yang mustahil), tetapi hari ini saya kembali diingatkan bahwa bersama Tuhan, itu semua pasti dimampukan oleh-Nya asal saya pun menyerahkan semuanya kepada Dia.

Gemilang ataupun suramnya masa lalu kita tetaplah mempunyai sisi baik. Homili Fr. Richards hari ini membuat saya tersadarkan bahwa masa lalu jangan melulu dipandang dalam bentuk 'luka' melainkan harus tetap dipandang dalam kerangka syukur. Sebagai umat beriman kita percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan dan itu berarti termasuk di dalamnya masa lalu yang mungkin bagi kita penuh kepahitan. Bukan berarti masa lalu itu tiada gunanya, melainkan segalanya pasti terjadi untuk sesuatu tujuan. Dan tujuan itu adalah baik di dalam pandangan-Nya.

Dengan demikian, saya menjalani hari ini dengan penuh sukacita.
Saya percaya bahwa Tuhan sudah siapkan segala sesuatunya, bagian saya adalah tak henti mencoba dengan pantang menyerah.

Dan mengenai masa depan kita?
Di dalam iman kita kepada-Nya, kita percayakan semuanya.
Percaya bahwa masa depan kita aman di tangan-Nya, lagi-lagi tanpa dalih untuk berhenti berusaha karena itu tidaklah bijaksana. Terus memberikan yang terbaik itu akan menyukakan hati-Nya.

I surrender my past, present and future into Your hands, O Lord.
Because I believe that everything works together for good in Your hands..

Amen.

9 Desember 2012
-fon-
Di sebuah café tradisional di sini, ditemani secangkir milk tea dan kaya toast di sore hari:)
still@sg

Friday, April 23, 2010

I Don’t Know




‘I don’t know’ is really an easy answer.

When people asked you something and you don’t really know the answer, you can surely say: “I don’t know.”

Sometimes it’s a good answer though. If that really means you don’t know any single thing about something, rather than being boastful then pretend that you’re so smart and know the answer… “ I don’t know,” seems to be a wise reply.

While at some other times, ‘I don’t know’ seems to be a quite ignorant and unhelpful answer…

It really depends on the situation and condition of the question, the question itself, the answer, the one who gives the question and the one who answered it.

There are times when you think that you don’t know what to do about one thing. Maybe the biggest problem in your life has appeared and you don’t really know how to handle it.

Don’t know what to do, don’t even know what to say…

Maybe at those low-battery, low-energy level, you can only say that,

“ I don’t know what to do, maybe Lord,

You know something or everything about it.

It’s easy because You’re the Lord.”

By the time we’re saying that, sometimes we’re not really surrendering ourselves. We might even ask Him, “How come You don’t know, Lord? You’re the God, aren’t You? Why do You leave me alone in such an uncertain situation?”

Well, we pushed God to answer.

Because we know that He will know the best answer ever!

But, is it the right thing to do?

Actually God never says, “I don’t know.”
What He actually says: “My time hasn’t come yet.”

(And it’s our duty to wait on the Lord, wait for the perfect time frame that He has prepared for us).

‘I don’t know what to do’ might lead us into seeing psychic or do some strange things in order to know the future (which is extremely not recommended but still people are doing it for the sake of ‘less worried’). But sometimes, seeking others for answers will lead us to another level of worrying. Increased ones. While keep searching for the truth in reality, at the same time, we’ll keep on wondering:

what if what he said becomes real?

‘I don’t know what to do’ might leave us in such a desperate situation by thinking that every door is locked.

Not even a single window is open.

It seems that we’re trapped in such a bad circumstance.

But, ‘I don’t know what to do’ might actually need an intimate relationship with Him-quality time in prayers face to face with Him-

The One who KNOWS everything.

The One who planned and prepared everything.

The ONE who knows how to guide us in times of ‘I don’t know what to do’ circumstances.

The greatest thing of all that: we know the ONE who knows.

We know the One who really cares about us.

And let’s draw ourselves nearer to Him.

Pray more, surrender more…

And in times of ‘I don’t know what to do’ situation might be the biggest transformation in the Lord if we want to seek Him wholeheartedly.

‘I don’t know’ seems to be a very simple answer.

‘I don’t know what to do’, somehow is seemed like a kind of depressed plus desperate answer.

However, ‘I don’t know what to do, Lord. But I know that You know what to do,’ will be the perfect answer that shows faith in Him and the ability to sustain in the midst of troubles by clinging to real rock in this life. God Himself.

God knows.

How come He doesn’t know?

He’s the One who created you in the first place and even though you’re not born yet, He has written your names in the palm of His Hands.

He knows. And it’s glad to know that He knows.

It’s glad to know that there’s no better way than surrendering our life to the ONE who knows the best for us.

‘I don’t know what to do, Lord. But, I’m sure You know.

Give me enough patient to wait on You, Lord.

To wait for every single promises that You’ve given to me.

To wait on all the marvelous plans that You’ve prepared for me.

Amen.’

HCMC, 23 April 2010

-fon-

Saya Tidak Tahu

* terjemahan dari tulisanku yang berjudul ‘I Don’t Know’

‘Saya tidak tahu’ adalah jawaban yang mudah. Ketika orang bertanya padamu tentang sesuatu dan kau tak begitu mengerti jawabannya, kau dengan mudah berkata: “ Saya tidak tahu.”

Kadang-kadang itu adalah jawaban yang baik. Ketika kau betul-betul memaknainya sebagai kau tidak mengerti sesuatu apa pun tentang hal itu, daripada sok jago dan pura-pura memperlihatkan bahwa kau amat pintar dan mengetahui jawabannya, ‘Saya tidak tahu’ sepertinya merupakan jawaban yang bijaksana.

Kali lainnya, ‘ Saya tidak tahu’ seolah merupakan jawaban yang kurang peduli (cuek) dan kurang membantu. Sungguh betul-betul tergantung pada kondisi dan situasi dari pertanyaan tersebut, pertanyaan itu sendiri, jawabannya, orang yang memberikan pertanyaannya dan orang yang menjawabnya.

Ada banyak kali ketika kau pikir kau tidak tahu apa yang harus kaulakukan mengenai suatu hal.

Mungkin masalah yang terbesar dalam hidupmu sudah muncul dan kau betul-betul tidak tahu bagaimana memecahkannya.

Tak tahu apa yang harus dilakukan, bahkan tak tahu apa yang harus dikatakan.

Mungkin pada saat-saat ‘low bat’, level energi yang amat rendah, kau hanya bisa katakan:

“ Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, mungkin Tuhan,

Kau tahu sesuatu atau segala sesuatu tentang masalah itu.

Amatlah mudah, karena Engkaulah Tuhan.”

Ketika kita katakan hal itu, kadang-kadang tidak betul-betul berserah. Kita bahkan menanyakan kepada-Nya, “ Bagaimana mungkin Kau tidak tahu, Tuhan? Engkau ‘kan Tuhan? Mengapa Kau tinggalkan aku sendiri dalam situasi yang sangat tak menentu semacam ini?”

‘Well’, kita memaksa Tuhan untuk menjawab.
Karena kita tahu bahwa Dia tahu jawaban yang terbaik.

Tetapi, apakah itu hal yang tepat untuk dilakukan?

Sebetulnya Tuhan tak pernah berkata, “ Saya tidak tahu.”

Apa yang Dia katakan sebenarnya:” Waktu-Ku belum tiba.”

(Dan adalah tugas kita untuk menunggu Tuhan, menunggu waktu-Nya yang sempurna yang telah Dia sediakan bagi kita).

‘Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan’ bisa membawa kita menemui tukang ramal atau melakukan hal-hal yang aneh untuk mengetahui masa depan (yang sebetulnya sangat tidak direkomendasikan, tetapi banyak orang melakukannya agar mereka menjadi ‘tidak begitu kuatir’). Tetapi kadang-kadang, mencari orang lain untuk jawaban-jawaban atas masa depan kita itu membawa kita kepada level berikutnya dari kekuatiran. Level yang lebih tinggi. Sambil tetap penasaran dengan kenyataan dan kebenarannya, di waktu yang sama, kita akan terus bertanya-tanya: bagaimana bila itu jadi nyata?

‘Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan’ akan membawa kita di suatu situasi yang sangat putus asa karena berpikir semua pintu sudah terkunci.

Tak satu pun jendela yang terbuka.

Kelihatannya kita sudah terperangkap dalam keadaan yang begitu buruk.

Tetapi, ‘Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan’ sebetulnya membutuhkan suatu hubungan yang erat dengan-Nya-waktu-waktu doa berkualitas ketika kita berhadapan muka dengan muka dengan-Nya-

Dia yang tahu segalanya

Dia yang merencanakan dan mempersiapkan segalanya.

Dia yang tahu bagaimana membimbing kita di saat berada pada kondisi

‘ Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan’

Hal yang terpenting adalah: kita tahu Dia yang mengetahui segalanya.

Kita tahu Dia yang amat peduli pada kita.

Dan marilah mendekat kepada-Nya.

Berdoa lebih khusyuk, berserah lebih dalam…

Dan dalam kondisi, ‘ Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan’ bisa menjadi transformasi terbesar di dalam Dia asalkan kita mau mencari wajah-Nya sepenuh hati.

‘ Saya tidak tahu’ sepertinya adalah jawaban yang amat sederhana.

‘ Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan’, seolah jawaban orang yang tengah depresi dan putus asa.

Namun, ‘ Saya tidak tahu apa yang saya lakukan, Tuhan. Tetapi saya tahu bahwa Engkau tahu apa yang harus Kaulakukan,’ akan menjadi jawaban yang tepat yang memperlihatkan iman di dalam Dia dan kemampuan untuk bertahan dalam permasalahan dengan mendekat erat pada Batu Karang yang teguh dalam hidup ini. Tuhan sendiri.

Tuhan tahu.

Bagaimana mungkin Dia tidak tahu?

Dia yang menciptakanmu pada awal mulanya dan walaupun engkau belum lahir, Dia telah menuliskan namamu di telapak tangan-Nya.

Dia tahu. Dan sungguh membahagiakan untuk tahu bahwa Dia mengerti.

Sungguh menyenangkan ketika tahu bahwa tidak ada jalan yang lebih baik daripada menyerahkan hidup kita kepada Dia yang lebih tahu apa yang terbaik bagi kita.

Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan, Tuhan. Tetapi, saya yakin ENGKAU Maha Tahu.

Berikanku cukup kesabaran untuk menantikan Engkau, Tuhan.

Untuk menantikan semua janji yang Kauberikan padaku

Untuk menantikan semua rencana yang luar biasa yang Kausediakan bagiku.

Amin.

HCMC, 23 April 2010

-fon-

* artikel ini juga tersedia di blog saya: http://fjodikin.blogspot.com, diterjemahkan atas permintaan seorang teman.

* bagi yang ingin share dan ‘copas’ mohon menyertakan sumber atau link-nya. Trims!

Source of picture:
http://allifeel.files.wordpress.com/2009/07/prayer.jpeg

Saturday, April 10, 2010

When Things Aren’t Going Your Way


When things aren’t going your way,

you might feel that it’s the end of the world.


When things aren’t going your way,

you might feel that you’re neglected or being left alone.


When things aren’t going your way,

you might feel stressed out, depressed, frustrated,

and disappointed.


When things aren’t going your way,

you might blame the whole world, your family,

your friends, you yourself, and finally: God.


When things aren’t going your way,

you might feel like you want to give up.


But actually


When things aren’t going your way,

It’s actually a new opportunity to learn a new experience in life.


When things aren’t going your way,

It’s good that you’re able to reflect and introspect.


When things aren’t going your way,

It’s good to know that your way isn’t the only way to fulfill your wish.


When things aren’t going your way,

It’s time to surrender and trust The Almighty.


When things aren’t going your way,

It’s time to pray more, trust Him more…


Because He knows better ways than your ways.

Because He knows better plans than your plans.

Because He knows the best for you.


When things aren’t going your way,

It’s a new beginning to another solution in your life.

As long as you believe…

He will make a way for you.

Exceedingly, abundantly far above that you could ask or think.


When things aren’t going your way,

Stay grateful, be thankful,

and you’ll see His marvelous ways in your life.


All you need is just the willingness to change and accept different ways:

His wonderful plans for you.


HCMC, 11 April 2010

-fon-


Source of picture:

http://fattiefatterton.files.wordpress.com/2009/10/right-way-wrong-way1.jpg