Thursday, December 10, 2009

Fireproof



Marriage is not fireproof. But in case it’s on fire, people must withstand it.

Cuplikan kata-kata yang menyentuh hati saya dari film Fireproof yang dibintangi oleh Kirk Cameron (aktor yang terkenal lewat sitkom ‘Growing Pains’ dan ‘Full House’). Inti ceritanya adalah sebagai berikut:

Captain Caleb Holt (Kirk Cameron) is a firefighter in Albany, Georgia and firmly keeps the cardinal rule of all firemen, "Never leave your partner behind". But Caleb's home life is an altogether different story; his seven-year marriage to his wife Catherine (Erin Bethea) is on the verge of implosion. Neither one understands the pressures the other faces, and after a heated argument in which Caleb screams in Catherine's face, she declares she wants out of the marriage, and takes off her wedding ring.

While Caleb claims to his friends and co-workers that Catherine is over-sensitive and disrespectful, Catherine simultaneously claims to her peers that Caleb is insensitive to her needs and doesn't listen to her. Further catalyzing Catherine's motivation for divorce is Caleb's addiction to Internet pornography and a large sum of money ($24,000, to be exact) he has saved up for a fishing boat he intends to buy, ignoring the fact that Catherine's disabled mother is in need of hospital equipment that she cannot afford, and which insurance refuses to cover. Caleb tells his father John about the impending divorce, and John challenges Caleb to commit to a 40-day test called, "The Love Dare." Caleb reluctantly agrees to do the test, but more for the sake of his father than his marriage. Catherine initially sees through Caleb's half-hearted attempts to win back her heart, which deepens Caleb's frustration. But with his father's encouragement, Caleb continues with The Love Dare, and eventually makes a life-changing commitment to God, unbeknownst to Catherine. (source: www.imdb.com)

Sebagai seorang Kapten pemadam kebakaran di Albany, Georgia, Caleb merasa di mana pun dia dihargai kecuali di rumah. Dia tidak dihargai istrinya sendiri. Dan kesalahpahaman demi kesalahpahaman dari masalah sepele menjadi masalah besar yang berujung ke arah perceraian. Caleb sendiri terbiasa dengan pornografi yang dia akses melalui internet di rumahnya. Sementara tak juga memedulikan kesehatan ibu mertuanya yang semakin menurun dan membutuhkan alat bantu kesehatan. Sementara dia menyimpan uangnya untuk membeli kapal untuk memancing ikan dan bagi dirinya sendiri. Sebelum bercerai, ayah Caleb memberikannya sebuah buku. Yang disebut sebagai ‘The Love Dare’, tantangan cinta. Sebuah buku yang berisi tulisan tangan Sang Ayah yang berisi hal-hal yang harus dilakukan selama 40 hari. Caleb menjalankannya. Menjalankan dengan tidak sepenuh hati. Sampai hari ke-23, tiada hasil berarti. Malahan dia sudah mau berhenti saja, ketika istrinya menolak mentah-mentah dan mengatakan tidak lagi mencintai Caleb, ketika Caleb menyiapkan ‘candle light dinner’ romantis di rumah mereka. Caleb berteriak, hampir menyerah dan menelpon kembali ayahnya. Yang malahan memberi penerangan tentang siapa itu Tuhan Yesus dan meminta Caleb untuk menerima Yesus sebagai bagian hidupnya agar dia bisa hidup dan mencintai dengan lebih dan lebih lagi.

Caleb akhirnya menerima, walaupun dia sendiri ragu. Dan penerimaan itu berbuah perubahan berarti. Termasuk tindakan membuang dan memukul komputer di rumahnya, tempat godaan terhadap pornografi bermula. Akhirnya? Happy ending. Yeay! Yang selalu saya suka. Caleb berubah, istrinya menerima dan mereka memulai kembali perjanjian pernikahan mereka di depan salib untuk saling setia. Tuhan mengubahkan Caleb, mengubahkan hidupnya, dan membuat Sang Istri jatuh cinta lagi padanya bahkan ingin berubah pula.

Dari sinopsis di atas…

Tak pernah saya ragu, bahwa hidup dalam bahtera perkawinan sering kali membawa para awak kapalnya menembus badai. Atau dalam film ‘Fireproof’ digambarkan dengan menembus api. Banyak kali, perkawinan dilanda ‘kebakaran’ di sana-sini. Mulai dari yang sederhana semisal ‘kebakaran jenggot’ sampai kebakaran yang lebih parah, seolah api mampu membuat suami dan istri kehilangan segala-galanya.

Memang perkawinan tidak ‘fireproof’. Perkawinan membutuhkan banyak kali upaya pemadam kebakaran, ‘fireman’, guna memadamkan percikan api amarah, api kebencian, api egoisme, api cemburu, dan api-api negatif lainnya. Namun, pada saat yang bersamaan, perkawinan juga membutuhkan api cinta, api asmara, api kasih dan kebaikan yang terus mengiringi pernikahan itu sendiri.

Dalam dinamika perkawinan dan masalah yang dihadapi, seperti yang diceritakan di film itu tadi, tak jarang api-api yang negatif masuk dan berkembang secara cepat membakar rumah tangga yang tadinya rapi jali, menjadi hancur berantakan. Pada akhirnya, bagian yang amat saya suka dari film ini adalah melibatkan Tuhan di dalam perkawinan tersebut dan menempatkan Tuhan sebagai pusat perkawinan itu, bukan lagi salah satu pasangan. Karena mengandalkan manusia yang terbatas ini, pastinya penuh kekecewaaan. Berapa sering Sang Istri kecewa pada Sang Suami, dan berapa sering Sang Suami marah-marah kepada Sang Istri. Manusia bisa mengecewakan, tetapi kabar baiknya Tuhan tidak. Tuhan selalu datang tepat waktu, di saat-saat kekecewaan itu teramat berat. Dan bagi mereka yang mengandalkan Tuhan, yang masih mau membuka hatinya untuk kehadiran Tuhan, saya tetap percaya bahwa Tuhan akan hadir. Tidak peduli seberapa buruk kondisi perkawinan di saat itu, tak peduli seberapa hancur keadaannya ataupun seberapa bobrok keadaannya, ketika Dia hadir pasti akan terasa perbedaannya.

Dengan menghadirkan sumber cinta yaitu Tuhan sendiri, semoga banyak perkawinan terselamatkan. Banyak kekecewaan terobati, dan banyak luka akan diplester oleh kasih-Nya. Diperban dengan kelembutan-Nya. Sehingga banyak hati menjadi baru dan mampu mencintai pasangannya dengan kasih pula.

Tidak ada relasi yang ‘fireproof’. Persahabatan, perkawinan, bahkan relasi dengan Tuhan terkadang dilanda ‘kebakaran’ dan api yang merusakkan itu menyerang. Namun, kembali, tiada yang mustahil bagi mereka yang percaya dan mau berubah menjadi lebih baik. Dengan membuka hati dan menyertakan Tuhan, tidak ada satu pun relasi yang tak bisa terselamatkan. Dia sanggup! He is able!

HCMC, 11 December 2009

-fon-

* terinspirasi film ‘Fireproof’. Semoga someday, kalo Tuhan mengizinkan aku bikin film, aku juga mau bikin yang kayak gini…*mulai buka-buka buku Scripwriter, belajar bikin naskah film hehehe…*. I always think that you can choose to write good things or trash-something bad or not useful things-but until now (and hopefully as long as I live) I want to write down God’s goodness and spread it to this world. Amen.

* Special thanks to Monica yang udah ngasih DVD ‘Fireproof’ ke aku in Changi Airport, on my last day in Singapore before my departure to Vietnam. GBU, Sizta! :)

sumber gambar:

http://salmosproducciones.com/yahoo_site_admin/assets/images/Fireproof_MoviePoster.92202043.jpg

No comments:

Post a Comment